Harus Jadi Kegiatan Rutin


I Wayan Sugiartha
GAGALNYA Kota Mataram meraih piala Adipura, cukup dimaklumi kalangan Dewan. Wakil ketua DPRD Kota Mataram, I Wayan Sugiartha kepada Suara NTB di Kantornya, Senin (9/6) kemarin mengatakan, kebersihan sebetulnya tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat.

Namun faktanya, sampai sekarang masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Hal ini, menurut Wayan Sugiartha, karena sarana dan prasarana kebersihan belum tersedia dengan jumlah yang ideal. Sulit bagi Pemkot Mataram untuk melarang masyarakat berperilaku seperti itu, sementara pemerintah tidak mampu menyediakan fasilitas yang memadai.

Dikatakan Wayan Sugiartha, anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Kebersihan memang terlihat besar. Namun didominasi untuk membayar gaji pegawai dan tenaga harian lepas. Sementara untuk penyediaan sarana dan prasarana masih terbilang kecil. Menyikapi minimnya sarana dan prsarana kebersihan, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram ini meminta Pemkot Mataram maupun Dinas Kebersihan agar melakukan terobosan. ‘’Tidak bisa hanya menunggu. Kalau kita hanya menunggu, kita tidak akan dapat apa-apa,’’ ucapnya.

Terobosan dimaksud, dengan melobi anggaran, baik dari Pemprov maupun langsung ke pemerintah pusat. Karena idealnya, lanjut Wayan Sugiartha, kebersihan harus menjadi kegiatan rutin. ‘’Karena kebersihan ini berkaitan dengan kesehatan masyarakat,’’ cetusnya. Ia sepakat dengan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana bahwa Adipura bukanlah prioritas.

Adipura menurut Wayan Sugiartha hanyalah ajang pemberian penghargaan kepada kabupaten/kota. Yang terpenting justru bagaimana derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat. ‘’Tidak masalah kita tidak dapat Adipura, yang penting kota kita bersih,’’ pungkasnya.

Ia berharap ke depan anggaran untuk pengadaan fasilitas kebersihan bisa ditingkatkan. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Wayan Sugiartha tidak menampik kalau sejauh ini sampah di pemukiman masih menjadi persoalan. Bahkan secara umum, lanjutnya, kondisi Kota Mataram dari segi kebersihan bisa dikatakan masih jauh dari harapan.

Pangkal persoalan kebersihan, hingga membuat Kota Mataram tidak mendapat piala Adipura sudah diketahui. Sebetulnya tidak akan terlalu sulit bagi Pemkot Mataram untuk menyelesaikannya, sepanjang ada kemauan yang kuat. (fit)

Komentar