| Abdul Malik Thalib |
TINGGINYA angka pengangguran di Kota Mataram yang tercatat
mencapai 2.000 lebih mengundang keprihatinan DPRD Kota Mataram. Anggota Komisi
II DPRD Kota Mataram, Abdul Malik Thalib kepada Suara NTB Kamis (12/6) kemarin mengatakan, persoalan pengangguran
memang menjadi salah satu masalah krusial yang dihadapi Kota Mataram.
Mengatasi persoalan pengangguran ini, menurut dia,
tidak bisa hanya dilakukan oleh satu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) saja,
melainkan oleh beberapa SKPD secara terpadu. Seperti Disosnakertrans, Bagian
Umum dan Dinas Dikpora Kota Mataram. Seperti diketahui, angka pengangguran di
Kota Mataram didominasi pengangguran terdidik.
Oleh karena itu, solusi untuk mengatasi masalah
pengangguran ini, tidak bisa sebatas memberikan pelatihan keterampilan ataupun
pemberian bantuan modal usaha. Mengantisipasi bertambahnya jumlah pengangguran
terdidik, Dinas Dikpora diminta melakukan langkah-langkah untuk mengupayakan
siswa masuk ke perusahaan-perusahaan yang mereka inginkan.
Bermunculannya hotel di Kota Mataram, menurut Abdul
Malik Thalib bisa menjadi alternatif bagi Disosnakertrans Kota Mataram guna
mengurangi angka pengangguran. Kerjasama dengan hotel-hotel di Mataram dalam
rekrutmen tenaga kerja, dipandang sebagai langkah yang cukup baik. Hotel-hotel
yang ada di Kota Mataram harus mengutamakan tenaga kerja lokal.
‘’Makanya lowongan kerja itu harus dibuka secara luas
kepada publik,’’ cetusnya. Jangan sampai posisi-posisi tertentu sudah didimiliki
orang lain. Masih tingginya angka pengangguran di Kota Mataram, sambung
politisi PKS ini, selain karena minimnya kesempatan kerja, juga tidak terlepas
dari karakter masyarakat.
Selama ini, kata Abdul Malik Thalib memang ada program
pelatihan yang diberikan oleh pemerintah. Namun masyarakat terkadang menunggu
bantuan modal pascadiberikan pelatihan. ‘’Sebenarnya pelatihan itu bisa jadi
modal untuk menciptakan lapangan kerja,’’ imbuhnya. Sayangnya, karakter
masyarakat masih suka mengharapkan bantuan modal.
Komentar