Jamin Keamanan Daerah

PERISTIWA penembakan terhadap Bripka, M. Yamin, Kanit Intel Polres Bima Kabupaten terjadi sekitar pukul 09.35 Wita mengejutkan banyak kalangan. Masyarakat seolah disadarkan oleh kejadian naas tersebut, bahwa kelompok-kelompok ekstrim itu, ternyata masih ada. Kematian korban dkemudian dikait-kaitkan dengan aksi kelompok terorisme.

Dugaan ini muncul lantaran beberapa waktu lalu, anggota polisi tersebut terlibat dalam penanganan kasus dugaan teroris di Pondok Pesantren UBK (Umar Bin Khatab) di Desa Sanolo Kecamatan Bolo. Meskipun sampai saat ini pihak Polda NTB pun belum berani memastikan penyebab pasti tewasnya korban. Polisi justru menyebut bahwa jika kematian korban dihubungkan dengan buntut kasus terorisme, juga masih sebatas spekulasi.

Namun demikian, kejadian ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pasalnya, kalau Bripka Yamin yang seorang aparat kepolisiannya bisa dibuat celaka seperti itu, apalagi masyarakat sipil. Untuk itu, aparat kepolisian diharapkan bergerak cepat untuk mengusut siapa pelaku penembakan itu. Polda NTB harus mengecek semua kemungkinan atau indikasi sebagai penyebab tewasnya Bripka Yamin.

Dari hasil penelusuran itu nantinya, Polisi harus segera mengambil tindakan tegas. Apalagi kalau misalnya pelakunya benar seperti dugaan banyak pihak, adalah dari kelompok ekstrim yang mungkin saja memiliki dendam tersendiri terhadap anggota kepolisian. Pelibatan Densus 88 untuk mengungkap pelaku penembakan sepertinya memang diperlukan.

Apa yang disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD NTB, Bidang Hukum dan HAM, Drs. Ruslan Turmuzi bahwa kasus penembakan tersebut akan sangat berimbas kepada rasa aman masyarakat di Bima, memang benar. Bagaimanapun, kasus itu jelas mengganggu kondusivitas daerah atau rasa aman masyarakat yang berada di Desa Sanolo Kecamatan Bolo khususnya dan masyarakat NTB pada umumnya.

Dengan kejadian itu, pengamanan di Desa Sanolo harus diperketat. Tidak hanya di lokasi kejadian, daerah-daerah lain yang juga memiliki kerawan yang sama, patut mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Mewujudkan rasa aman bagi masyarakat sebetulnya bukan hanya tugas polisi saja. Karenanya polisi sebaiknya melakukan koordinasi dengan semua jajaran. Mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkatan yang paling rendah, yakni tingkat RT.

Setiap warga baru atau pendatang harus jelas identitasnya dan tujuannya. Para pendatang harus melapor kepada kepala lingkungan. Meski kedengarannya masih kuno, namun cara ini setidaknya bisa menyaring masuknya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan menciptakan teror sehingga masyarakat merasa resah.

Bukan karena yang menjadi korban adalah polisi, namun dengan latar belakang korban yang pernah menangani kasus dugaan terorisme, maka kasus ini memang harus ditangani dengan serius. Sebab jika tidak, tentu akan berimbas pada banyak hal. Tidak hanya masyarakat lokal, investor pun akan enggan masuk. Apalagi, NTB mencanangkan kunjungan 2 juta wisatawan, tentu keamanan daerah harus dijamin. (*)

Komentar