Kawal PPDB, Kuota BL Jangan Dipermainkan



DENGAR PENDAPAT - Komisi II DPRD Kota Mataram melakukan dengar pendapat dengan jajaran Dinas Dikpora Kota Mataram terkait PPDB. (Suara NTB/fit)

Mataram (Suara NTB) -
Komisi II DPRD Kota Mataram, Senin (23/6) memanggil jajaran Dinas Dikpora Kota Mataram. Pemanggilan ini mengklarifikasi persiapan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di Kota Mataram.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., pihaknya tidak menginginkan kejadian tahun lalu terulang kembali. ''Kita ingin PPDB tahun ini berjalan lancar, tidak seperti tahun lalu,'' ujarnya. Penekanan dari pertemuan Komisi II dengan Dinas Dikpora untuk meminta penjelasan terkait juklak dan juknis PPDB tahun 2014 ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya kata Nyayu yang kerap menjadi persoalan pada PPDB adalah adanya bina lingkungan (BL). BL yang sudah ditentukan kuotanya diduga dipermainkan oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan dari proses PPDB melalui jalur BL. Hal itulah yang disinyalir memicu kuota penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah tertentu melampaui kapasitasnya.

Komisi II, lanjut Nyayu ingin menekankan pada Dinas Dikpora Kota Mataram dalam melaksanakan proses PPDB selalu merujuk pada aturan yang berlaku. ''Supaya roh BL ini kembali pada niat awal,'' tegasnya.

Selain itu, PPDB melalui jalur BL juga dilakukan secara benar dan terkontrol supaya tidak ada kesan asal-asalan. Misalnya, siswa yang masuk melalui jalur BL harus dilakukan perankingan dan diutamakan siswa yang terdekat dengan sekolah tersebut.

Komisi II berharap persiapan PPDB ini sudah dilakukan dari jauh-jauh hari oleh Dikpora, sehingga tidak ada lagi ada kendala dalam pelaksanaannya nanti. Meski sudah mendapat penjelasan dari Dikpora, namun Komisi II tetap berkomitmen melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan PPDB. ''PPDB itu intinya jangan banyak pintu ataupun banyak jendela,'' kelakarnya.

Sementara itu, Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM, menjelaskan, jika kuota BL telah ditetapkan 20 persen dari kuota masing-masing sekolah. BL ini, lanjutnya untuk memberi kesempatan kepada calon siswa yang berdomisili di sekitar lingkungan sekolah. BL biasanya menyasar sekolah-sekolah yang berada di tengah kota seperti SMA 1, 2, 3 dan 5. ‘’Ini menjadi PR kita dari tahun ke tahun, bagaimana mengarahkan mereka ke sekolah pinggiran,’’ ujarnya.

Untuk BL, saat ini Dikpora Kota Mataram menerapkan pola rayon kelurahan yang pendaftarannya melalui satu pintu. Untuk SMA, pendaftaran dilakukan di SMA 7 Mataram, untuk SMK dilakukan di SMK 9 Mataram dan untuk SMP dilaksanakan di SMP 7 dan SMP 10 Mataram.

Mengantisipasi membludaknya calon siswa di sekolah tertentu, Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram, H. M. Ruslan Effendi, mengaku, pihaknya telah mengumpulkan sekolah-sekolah yang sangat diminati masyarakat. Dinas Dikpora Kota Mataram sudah mengambil kebijakan mengurangi kuota penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah tertentu, seperti SDN 13 Ampenan, SDN 6 Mataram dan SDN 2 Cakranegara. ‘’Dari yang dulunya mereka menerima empat kelas, sekarang kita turunkan menjadi dua kelas,’’ imbuhnya. Hal ini dilakukan supaya calon siswa tidak terfokus di sekolah-sekolah tertentu saja, melainkan menyebar ke sekolah lainnya. (fit)

Komentar