| Muhtar |
KALANGAN
DPRD Kota Mataram mendorong Kota Mataram memiliki ciri khas arsitektur. Sayembara
yang dilakukan Pemkot, diapresiasi positif. Pelibatan para arsitek se-NTB
dinilai dapat memperkaya wawasan mengenai model arsitek khas Kota Mataram.
Anggota
Komisi III DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH., kepada Suara NTB kemarin, mengatakan, pelaksanaan sayembara itu jelas
membutuhkan anggaran. Namun demikian, pihaknya tidak mempersoalkan berapapun
anggaran yang keluar sepanjang tidak membebani APBD Kota Mataram.
Menurut
Muhtar, ciri khas ini penting artinya bagi sebuah daerah. Arsitektur sebuah
daerah lanjutnya, bisa melambangkan kondisi daerah bersangkutan. Ia mencotohkan
arsitektur rumah di Padang, Sumatera Barat. Begitu juga arsitektur bangunan
khas Bali. Sementara di Kota Mataram, belum ada model arsitektur yang menjadi
ciri khas ibukota Provinsi NTB ini.
Namun
demikian, dalam penerapan hasil sayembara tersebut, sambung politisi Gerindra
ini, jangan semua diubah. Muhtar menyarankan, arsitektur khas Kota Mataram
nantinya yang dihasilkan dari sayembara tersebut harus memasukkan unsur mutiara
dan cukli yang merupakan salah satu hasil kerajinan khas dari Kota Mataram.
‘’Jangan
hanya produk-produk luar yang dicontoh,’’ pintanya. Seperti diketahui, sebabagai salah satu upaya mempertahankan khasanah
kekayaan budaya, Pemkot Mataram menggelar sayembara gagasan model arsitektur
Kota Mataram, yang nantinya akan menjadi ciri khas Kota Mataram sebagai ibukota
Provinsi NTB.
Sayembara
itu diharapkan dapat memunculkan kekhasan Kota Mataram sesuai dengan nilai-nilai
budaya dan kearifan lokal. Agar kegiatan bisa maksimal dan sesuai dengan tujuan,
sayembara dilaksanakan dengan melibatkan IAI NTB. Sayembara dimaksudkan untuk mendapatkan
konsep dan gagasan terbaik yang mampu diwujudkan dalam bentuk rancaangan arsitektur
indentitas Kota Mataram dalam bentuk bangunan, monumen, dan gerbang kota.
Kegiatan sayembara tersebut dilaksanakan
secara terbuka, sehingga bisa diikuti oleh para arsitek, seniman, budayawan,
mahasiswa dan lembaga jasa konstruksi Indonesia dengan tema visi Kota Mataram yakni,
Maju, Religius dan BerbudayaUnsur kekhasan yang menentukan warna dasar khas
Kota Mataram dan suku Sasak secara global adalah, warna hitam, merah dengan kombinasi
putih. Begitu juga dengan tulisan harus bernuansa
suku sasak, termasuk bangunannya. (fit)
Komentar