Sopir Kecewa, Manajemen Lombok Taksi Mangkir

KECEWA - Puluhan sopir Lombok Taksi berorasi usai meninggalkan ruang rapat DPRD Kota Mataram. Mereka kecewa lantaran GM Lombok Taksi tidak hadir pada pertemuan kemarin. Selain ke DPRD Kota Mataram, sopir Lombok Taksi ini melanjutkan aksinya ke Dishubkominfo
Mataram (Suara NTB) –
Puluhan sopir Lombok Taksi, Rabu (4/6) kemarin terpaksa gigit jari. Niat mereka bertemu dengan GM Lombok Taksi, kandas. Pertemuan dengan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., di ruang rapat DPRD Kota Mataram tidak menghasilkan apa-apa, lantaran GM Lombok taksi mangkir.

Ketidakhadiran GM Lombok Taksi menurut Didi Sumardi kepada puluhan sopir yang telah menunggunya sejak pukul 10.00 Wita karena yang bersangkutan kembali meminta waktu untuk menyampaikan persoalan ini kepada kantor pusatnya di Jakarta. Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam lamanya itu hanya mengulas alasan ketidakhadiran GM Lombok Taksi berikut janji dan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan itu secepatnya. Salah satunya menegaskan bahwa sistem washing tidak akan dijadikan alat untuk memberhentikan para sopir.

Mendengar jawaban Didi Sumardi, satu per satu sopir yang hadir meninggalkan ruang rapat. Hanya tersisa beberapa orang saja yang mendengarkan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram itu menjelaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib mereka. Sebagian sopir memilih menunggu di lobi Dewan dan menumpahkan kekesalannya.

Mereka menyesalkan sikap Dewan yang dinilai kurang tegas sehingga memberikan kesempatan lagi bagi GM Lombok Taksi untuk menyampaikan persoalan ini ke pusat. Pasalnya, rentang waktu sejak pertemuan sebelumnya terbilag cukup panjang, yakni sepekan. Ternyata waktu sepekanpun belum cukup bagi GM Lombok Taksi untuk menyelesaikan persoalan yang ada.

Perwakilan sopir dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa apa yang menjadi tuntutannya dan rekan-rekannya sangat sederhana. Yaitu, bagaimana mendapat kesejahteraan yang setara dengan pekerja-pekerja lainnya. Termasuk soal tunjangan hari raya dan Jamsostek. Para sopir menyayangkan ketidakhadiran GM Lombok Taksi. Pasalnya, dengan kehadiran para sopir di Kantor DPRD Kota Mataram, jelas mereka sudah mengorbankan waktu dan tenaga. Sementara, bersamaan dengan itu, ada target setoran yang menunggu.

 Koordinator sopir Lombok Taksi yang menuntut kesejahteraan, Ahmad Jayadi meragukan apa yang disampaikan Didi Sumardi mengenai washing tidak akan dijadikan alat untuk memberhentikan sopir taksi. Pasalnya, sehari sebelum hearing kemarin, enam orang sopir Lombok Taksi dipecat dengan sistem washing itu. Ia mengaku sangat kecewa dengan ketidakhadiran GM. Lombok Taksi. Namun demikian, pihaknya masih mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak DPRD Kota Mataram. (fit)

Komentar