KETUA
Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati mengapresiasi program orang tua
asuh yang terus digalakkan oleh LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Kota Mataram
bersama DAM (Dewan Anak Mataram). Program orang tua asuh, dinilai cukup efektif
membantu meringankan beban anak asuh yang notabene anak dari keluarga kurang
mampu.
Nyayu
kepada Suara NTB, Senin (30/6)
kemarin mengatakan, pihaknya sangat mendukung program orang tua asuh. Ia
mendorong para pejabat lingkup Pemkot Mataram, khususnya membantu anak-anak
Kota Mataram yang putus sekolah. ‘’Kita minta supaya para pejabat seperti
tahun-tahun sebelumnya, membantu anak-anak kita yang putus sekolah dan rawan
putus sekolah untuk kembali ke sekolah,’’ pintanya.
Meskipun
program ini sangat bermanfaat bagi siswa miskin, sayangnya belum semua pejabat
di Kota Mataram terketuk hatinya menjadi orang tua asuh. ‘’Kita tidak bisa
memaksa mereka buat menyumbang, tapi atas dasar kesadaran masing-masing akan
pentingnya anak-anak kita yang tidak mampu mendapatkan pendidikan,’’ terang
Nyayu. Terutama pendidikan dasar 12 tahun untuk merubah nasib mereka yang kurang mampu dari segi ekonomi.
Ketua
Fraksi PDIP ini menyebutkan, tahun lalu tercatat 271 siswa tak mampu yang
dibantu melalui program orang tua asuh. Selain berasal dari bantuan orang tua
asuh, juga dari LPA, PDAM dan Bank NTB. Dengan adanya bantuan orang tua asuh,
siswa kurang mampu, bisa membeli seragam dan perlengkapan sekolah. Bantuan itu,
baru bisa mereka nikmati jika kembali ke sekolah.
Membantu
anak putus sekolah kembali ke bangku sekolah, kata Nyayu, merupakan kewajiban
bersama. ‘’Kewajiban kita bersama bagaimana membantu mereka masuk sekolah
dengan cara bergotong royong menyisihkan sebagian rezeki kita melalui program
orang tua asuh,’’ ajaknya. Setelah bersekolah, selanjutnya kewajiban pemerintah
membebaskan biaya siswa kurang mampu dengan program bantuan bagi siswa miskin
seperti BSM, Bosda dan lain-lain.
Menjelang
tahun ajaran baru, LPA bersama DAM kembali mensosialisasikan program orang tua
asuh. (fit)
Komentar