| Ruslan |
MESKIPUN
Pemkot Mataram mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi menjamurnya
gepeng dan anjal, namun kenyataannya masih banyak yang berkeliaran di sejumlah
perempatan di Kota Mataram. Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Ruslan kepada Suara NTB di kantornya kemarin, menilai,
Pemkot Mataram belum sepenuh hati menangani persoalan anjal.
Meskipun
sudah dibangun pos pantau, gepeng dan anjal masih banyak menghiasi perempatan.
Kalau sebelumnya, gepeng dan anjal hanya terkonsentrasi di perempatan yang ada
di tengah kota, kini peredaran mereka sampai perempatan jalan yang ada di
pinggiran Kota Mataram, seperti lingkar selatan. Menurut Ruslan, yang paling
efektif mencegah munculnya gepeng dan anjal, adalah dengan melakukan penjagaan
di perempatan-perempatan oleh Satpol PP Kota Mataram.
‘’Satu
perempatan cukup satu Pol PP, saya kira itu yang paling baik,’’ ucapnya. Mengapa
Pol PP? Karena selama ini gepeng dan anjal paling takut dengan Pol PP. Dengan penempatan
satu Pol PP di tiap perempatan, ia yakin gepeng dan anjal berangsur akan
hilang. Politisi Partai Demokrat ini mengilustrasikan penempatan Pol PP di
perempatan, layaknya polisi yang menjaga ketertiban lalu lintas.
‘’Coba
perhatikan, kalau ada polisi, pengendara tidak berani melanggar. Begitu pula
harapan kita dengan penempatan Pol PP di perempatan akan membuat gepeng dan
anjal takut beroperasi,’’ terangnya. Penempatan Pol PP, kata Ruslan, jauh lebih
efektif ketimbang cara lain seperti memasang CCTV misalnya. Lagipula, ia
melihat jumlah aparat Satpol PP mencukupi untuk menjaga perempatan yang biasa
menjadi tempat mangkalnya gepeng dan anjal.
Selama
ini, sambung Ruslan, pengaturan tugas Pol PP kurang efektif. Ruslan
mencontohkan, untuk mengawal Walikota, aparat yang diturunkan terbilang cukup
banyak. Padahal, cukup beberapa orang saja. Demikian pula, petugas Pol PP yang
berjaga di dua pos jaga yang ada di Kantor Walikota, dinilai terlalu banyak.
‘’Menjaga pos itu cukup satu orang saja. Tidak perlu sampae dua apalagi tiga
orang,’’ sebutnya.
Dengan
menempatkan aparat Pol PP di perempatan secara rutin, Ruslan yakin, dalam
jangka tiga bulan, gepeng dan anjal di Mataram akan hilang. ‘’Jadi, perlu
diingat, tugas Pol PP itu bukan hanya mengawal Walikota dan menjaga pos di
pintu masuk dan keluar, diberdayakanlah untuk mengatasi gepeng dan anjal,’’
tandasnya. (fit)
Komentar