Mataram
(Suara NTB) –
Kotoran
kuda yang tercecer di jalan-jalan dikeluhkan. Tidak hanya wisatawan tapi juga
masyarakat di daerah ini. Hal ini seolah menjadi persoalan klasik yang tidak
kunjung ada solusinya. Sementara upaya yang ditempuh selama ini, belum
memberikan dampak signifikan terhadap perubahan sikap kusir cidomo yang
terkesan sengaja membiarkan kotoran kudanya tercecer di jalan.
Bahkan
hal ini menjadi perhatian kalangan Dewan. Menanggapi keluhan tersebut, Kabid
Perhubungan Darat Dishubkominfo Kota Mataram, Lalu Wirajaya, ST., MSi yang
ditemui di Kantor Walikota Mataram, mengatakan, pihaknya tetap melakukan
pembinaan terhadap para pemilik cidomo. ‘’Selain kita memberikan peralatan
berupa sekop, sapu dan kantong kotoran kuda, tetap kita lakukan pembinaan,’’
terangnya,
Supaya,
lanjut Wirajaya, kusir cidomo punya kesadaran mengangkat kotoran kuda yang
tercecer di jalan. Pembinaan tersebut akan dilakukan Bulan Agustus mendatang. ‘’Nanti
kita akan ke pangkalan-pangkalan untuk memberi pembinaan,’’ janjinya. Ia
menampik kalau sosialisasi terkendala cidomo yang berasal dari luar Mataram.
Karena sosialisasi dilakukan di pangkalan cidomo, ia yakin akan mampu
menumbuhkan kesadaran kusir cidomo, baik yang berasal dari Mataram maupun dari
luar Mataram.
‘’Jadi
Insya Allah terjaring lah. Kita memang sudah melakukan pendataan,’’ akunya.
Wirajaya menyebutkan, cidomo yag telah terdata dan akan menjadi sasaran
sosialisasi sekitar 500 cidomo dari Mataram dan luar Mataram. Ia tidak menampik
sosialisasi serupa memang tetap dilakukan Dishubkominfo dari tahun ke tahun.
Namun dalam tataran pelaksanaannya, kenyataannya masih banyak kotoran kuda
tercecer di jalan.
Wirajaya
mengklaim kondisi ini lantaran sosialisasinya belum merata. Dalam
mensosialisasikan kebersihan jalan, Dishubkominfo akan mendatangi pangkalan
cidomo yang ada di pasar-pasar. Seperti Pasar Kebon Roek dan Pasar Pagesangan.
Masalah desain kantong kotoran kuda, sudah ada sejak sebelum ia menjabat kabih
perhubungan darat. Hanya saja saat ini, pihaknya memandang perlu mengganti
bahan kantong kotoran kuda agar tdak lekas rusak.
Selain
bahan yang dinilai kurang kuat, pemberian bantuan kantong kotoran kuda
dilakukan setahun sekali. Selain itu, Dishubkominfo tengah mempersiapkan perwal
soal pengaturan zonasi. Ini dimaksudkan supaya dalam operasionalnya, cidomo
tidak sembarangan. (fit)
Komentar