Harus ada kejelasan



MOLORNYA pembangunan MSB (Mataram Sunset Beach) di THR (Taman Hiburan Rakyat) Loang Baloq, terus menuai sorotan. Kali ini dari Wakil Ketua DPRD Kota I Wayan Sugiartha. Kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram kemarin, ia mengaku, baru-baru ini sudah pernah turun ke lokasi pembangunan MSB.

‘’Tidak ada aktivitas pembangunan bangunan utama. Baru kantor pemasaran saja yang dibangun,’’ ujarnya. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan. Pemkot Mataram dalam hal ini harus bersikap serius. PT.MMS (Mas Murni SejahteraO yang merupakan pihak ketiga yang bakal menggarap aset Pemkot Mataram menjadi apartemen dan pusat perbelanjaan, harus diberi teguran.

Teguran itu, sambung politisi PDI Perjuangan ini, tidak harus dilakukan secara formal. Karena bagaimanapun harus segera ada kejelasan kapan dimulainya pembangunan di sana. Pasalnya, masyarakat Kota Mataram pada umumnya dan khususnya masyarakat di Lingkar THR Loang Baloq tentu akan bertanya-tanya terkait hal ini.

Menurut Wayan Sugiartha, kalaupun MMS beralasan bahwa molornya pembangunan MSB lantaran mereka mengubah desain, juga harus ada kejelasan. ‘’Kalau memang ubah desain, sampai kapan,’’ tanyanya. Pemkot Mataram dalam hal ini diimbau tidak begitu saja mengamini alasan pihak ketiga. Pemkot Mataram diminta terus melakukan monitoring terhadap aktivitas pembangunan MSB oleh MMS.

Kendati demikian, sampai saat ini, pihaknya masih berharap kalau kerjasama Pemkot Mataram dengan MMS berlanjut. Wayan Sugiartha tidak menampik kalau di satu sisi memang sulit mencari investor. Tetapi Dewan tetap meminta Pemkot mengejar kepastian MMS sebagai bagian dari komitmen kerjasama yang baik. Yang jelas, Dewan berharap, pembangunan MSB sesuai tujuan awal sehingga bisa memberi efek domino kepada masyarakat. (fit)

Komentar