SEKRETARIS
Komisi II DPRD Kota Mataram, Lalu Suriadi menyayangkan kurang populernya dua
varietas unggulan Kota Mataram, yakni Mangga Mentaram dan Duku Ruslan. Apalagi
dua varietas unggulan itu sudah mendapat hak paten. Keluarnya hak paten,
menurut dia, sebagai bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap produk
pertanian Kota Mataram.
‘’Harusnya
kita bangga,’’ cetusnya. Suriadi menduga penyebaran informasi yang minim
menjadi penyebab kurang populernya Mangga Mentaram dan Duku Ruslan. Politisi
PAN ini pun mengakui jika dirinyapun sering mendengar nama mangga Mentaram
maupun Duku Ruslan. Namun seperti apa bentuk fisik mangga dan duku yang
diunggulkan Kota Mataram itu, Suriadi belum pernah melihatnya.
Suriadi
mengatakan, bibit Mangga Mentaram dan Duku Ruslan masih terbatas. Untuk membuat
Mangga Mentaram dan Duku Ruslan dikenal masyarakat Mataram umumnya dan nasional
khususnya, ia menyarankan agar jumlah bibitnya diperbanyak. Bila perlu
penanaman tidak hanya dilakukan Dinas PKP (Pertanian Kelautan dan Perikanan) tapi
juga masyarakat. ‘’Minimal satu rumah itu satu pohon,’’ sebutnya.
Memasyarakatkan
Mangga Mentaram dan Duku Ruslan diyakini Suriadi akan mampu mendongrak
kepopuleran kedua varietas unggulan itu. ‘’Yang disosialisasikan jangan hanya
sekadar namanya saja tapi juga fisiknya,’’ imbaunya. Ia menilai sejauh ini
kebanggan Pemkot Mataram baru sebatas kebanggaan nama atas dua varietas
unggulan yang telah mendapat hak paten dari IPB (Institut Pertanian Bogor).
Suriadi juga
menyarankan agar Pemkot Mataram melalui Dinas PKP harus melakukan pembudidayaan
bibit Mangga Mentaram dan Duku Ruslan. (fit)
Komentar