Kapolres Klaim Petasan Berkurang Signifikan


Mataram (Suara NTB) -
Kapolres Mataram AKBP Kurnianto Purwoko mengklaim aktivitas warga membunyikan petasan berkurang signifikan. Meskipun masih terdengar suara petasan di sejumlah titik di Kota Mataram.

Kapolres Mataram yang ditemui di sela pengamanan rapat pleno rekapitulasi penghitungan surat suara Pilpres di Hotel Lombok Garden, Kamis (17/7) kemarin mengatakan petasan sudah sangat jauh berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. ''Memang di beberapa tempat masih ada yang membunyikan petasan,'' akunya.

Kondisi yang relatif membaik dengan berkurangnya petasan, menurut Kurnianto tidak terlepas dari kegiatan razia yang cukup gencar dilakukan pihaknya. Dikatakannya, mengungkap pelaku pembakaran petasan tidak mudah. Karena modus yang kerap dilakukan anak muda yakni menyalakan petasan sambil mengendarai sepeda motor. ''Jadi siapa pelakunya, kita juga tidak tahu,'' ujarnya.

Namun demikian kalau pelakunya tertangkap, Kapolres mengatakan bisa diproses hukum. Tetapi kalau misalnya pelakunya anak-anak, maka Polres hanya sebatas memberi teguran lalu dikembalikan kepada orang tuanya. Lain halnya, kalau akibat petasan itu menimbulkan dampak negatif terhadap orang lain, tentu akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Yang jelas Polres Mataram, katanya akan berupaya menjaga kenyamanan dan kondusivitas umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa. Karenanya Kapolres Mataram mengimbau pengusaha kembang api agar tidak menjual kembang api yang menimbulkan suara ledakan besar. Kurnianto mengatakan, di Mataram memang ada beberapa toko yang telah mengantongi izin penjualan petasan yang menimbulkan efek suara besar.

Sementara itu, untuk penjualan petasan di pinggir-pinggir jalan, menurut Kapolres, adalah petasan dengan jenis yang diizinkan. Dimana daya ledak maupun suaranya di bawah standar yang diizinkan. (fit)

Komentar