Kembalikan Pagar Pembatas



KALANGAN DPRD Kota Mataram mengkritisi penataan taman-taman kota yang dibuat terbuka. Seperti di Taman Malomba dan Taman Jangkar Ampenan. Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH., kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu (16/7) kemarin mengatakan, sebetulnya pihaknya mengapresiasi program Dinas Pertamanan Kota Mataram yang berkomitmen ingin membuat Mataram terang benderang dan berbunga.

Hanya saja, Muhtar mengaku tidak sependapat dengan dibukanya Taman Malomba. ''Kalau dibuka gitu, tidak bisa baik karena terlalu bebas'' ujarnya. Menurut politisi Partai Gerindra ini, model taman yang terbuka seperti Taman Malomba memerlukan tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi. Sementara kondisi masyarakat khususnya di Ampenan, belum menunjang ke arah sana.

Kalau ada pagar pembatas, lanjut Muhtar, setidaknya masyarakat akan mengerti bahwa dilarang melakukan aktivitas di dalam taman. ''Jangan sampai sudah dibuat taman mahal-mahal, malah tidak dirawat,'' imbuhnya. Terkait hal ini, Muhtar mengaku telah menghubungi Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram guna mempertanyakan penataan taman Malomba.

Bahkan Muhtar telah menyarankan kepada Dinas Pertamanan Kota Mataram untuk mengembalikan fungsi pagar pembatas di Taman Malomba dan taman Jangkar Ampenan. Namun hal itu, katanya masih akan dikaji terlebih dahulu. Pemasangan pagar pembatas bukan membatasi masyarakat untuk menikmati keindahan taman. ‘’Pemasangan pagar pembatas it hanya demi kemanan saja,’’ imbuhnya.

Ia menilai konsep taman yang lama dengan pagar pembatas lebih baik dari yang ada saat ini. Muhtar juga mengkritisi keberadaan PKL yang berjualan di dalam taman. Jika dibiarkan berlanjut, ia khawatir fungsi taman di Mataram lambat laun akan bergeser. ‘’Sebaiknya PKL disiapkan tempat berjualan di luar taman,’’ katanya sembari menyarankan Dinas Pertamanan Kota Mataram menggencarkan sosialisasi fungsi taman kepada masyarakat. (fit)

Komentar