MASIH tingginya ketergantungan Pemda terhadap
pemerintah pusat mendapat tanggapan dari anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, TGH.
Ahmad Muchlis. Meski tidak merata namun kondisi ini banyak dialami
kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kota Mataram.
Kepada wartawan di Kantor Walikota Mataram, Ahmad
Muchlis mengatakan, kemandirian suatu daerah, sangat
penting. Meskipun PAD terus bergerak maju. Ia mencontohkan, Kabupaten Sangata di
Kalimantan Timur mendapat dana perimbangan dari hasil buminya. ‘’Di Kaltim,
satu kabupaten yang warganya kayak kita
gayanya di sini, sudah punya dana Rp 3 triliun APBDnya. Termasuk PADnya. Jadi include di sana,’’ terangnya.
Sementara di daerah ini, provinsi saja APBDnya baru
mencapai Rp 3 triliun lebih. ‘’Kalau kita dengan gaya yang
seperti ini, sudah sangat mewah kota kita, saya yakin dengan pemerintahan
kita,’’ imbuhnya. Karenanya, ia meminta Pemkot Mataram tidak terlalu
menggantungkan diri kepada pemerintah pusat.
Tetapi memang di satu sisi, dana pusat itu merupakan
kewajiban pemerintah pusat yang harus memperhatikan daerah dari segala sisi. ‘’Kita
itu harus membersihkan diri dari rasa menggantung diri ke atas itu,’’ imbaunya. Bahkan, pihaknya, sambung politisi pks ini,
pernah menyampaikan kalau penganggaran di pusat tetap dengan pola seperti
sekarang ini, kondisi daerah akan tetap seperti ini.
‘’Jadi tidak akan maju-maju kita,’’ cetusnya. Apalagi postur APBD Kota Mataram 60:40. Dimana 60 persen berasal dari dana pusat dan 40
persen dari daerah. Itupun, sambung dia, kebanyakan
untuk gaji pegawai. ‘’Nah sekarang bagaimana itu bisa dibalik. Kalau belum bisa
dibalik pelan-pelanlah merangkak, mulai dari 45 mungkin tahun depan 50, baru bisa pemerintah daerah di
masing-masing kabupaten/kota maupun provinsi berencana lebih baik,’’
pungkasnya.
Ahmad Muchlis yakin hal itu bisa terjadi. Pasalnya, dalam beberapa tahun belakangan
ini saja, perkembangan Kota Mataram dinilai sangat signifikan. ‘’Apalagi postur
anggarannya di balik. Tapi tentu itu harus dari sana. Kita harapkan kebijakan
pemerintah pusat seperti itu,’’ katanya.
Seperti diketahui dana perimbangan dari
pemerintah pusat mencapai Rp 600 miliar lebih, sementara PAD Kota Mataram hanya
Rp 119 miliar lebih. (fit)
Komentar