Pemkot Diminta Tegas Terhadap MMS
Mataram
(Suara NTB) –
Kerjasama
dengan pihak ketiga dalam pembangunan MBS (Mataram Sunset Beach) di Taman
Hiburan Rakyat Loang Baloq, kembali menjadi sorotan kalangan Dewan. Terlebih
alasan molornya proyek itu disebut-sebut karena lokasinya sempat tergenang,
cukup mendapat kecaman.
Karena
menurut anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH., sebelum dilakukan
peletakkan batu pertama atas pembangunan MSB, pihak ketiga dalam hal ini PT.MMS
(Mas Murni Sejahtera) seharusnya sudah melakukan studi kelayakan. ‘’Alasan
molornya ini apakah karena alasan kekurangan modal atau apa,’’ tanyanya. Pasalnya,
sudah setengah tahun lamanya sejak peletakan batu pertama, tidak ada tanda-tanda
pembangunan di tempat itu.
‘’Kalau
dibiarkan terus, ya nanti kurang lebih akan sama seperti Ampenan harbour,’’
cetusnya. Muhtar mempertanyakan komitmen MMS membangun MSB. Tidak dapat
dipungkiri, lanjutnya, sejak peletakan batu pertama pembangunan MSB di Loang
Baloq, masyarakat sudah sangat berharap. Terlebih masyarakat sekitar yang
berharap dilibatkan dalam proyek pembangunan MSB.
‘’Orang
sudah berharap ternyata tidak ada,’’ imbuhnya. Dalam hal ini, Pemkot seharusnya
bersikap tegas. Muhtar tidak memungkiri, memang sulit mencari investor baru,
namun demikian, harus ada kejelasan atas pembangunan MSB yang diumumkan kepada
publik. ‘’Jangan dibiarkan mengambang begini,’’ pintanya.
Ia
berharap proyek pembangunan MSB tidak undur tanpa ada kejelasan. Muhtar
mengatakan, pantauan pihaknya di lapangan, belum ada tanda-tanda pembangunan
MSB. Di lokasi baru terpasang pagar pembatas berbahan seng berwarna biru. ‘’Yang
jelas masyarakat sudah sangat berharap. Jadi atau batal supaya jelas, sehingga
Pemkot bisa mencari investor yang lain.
Sebelumnya,
Kepala Bappeda Kota Mataram, Lalu Martawang mengungkapkan molornya pembangunan MSB
di kawasan Taman Loang Baloq karena investor melakukan perubahan desain.
Alasannya karena beberapa waktu lalu lokasi pembangunan tersebut sempat
tergenang air sehingga desain awal tersebut harus diubah. Informasi tersebut
didapatkan Martawang langsung dari pihak MMS selaku investor di kawasan
tersebut yang rencananya akan membangun hotel, apartemen, dan pusat
perbelanjaan. (fit)
Komentar