KETUA
DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Zaini nampaknya mendukung langkah Pemkot Mataram
yang katanya akan membatasi jumlah pusat perbelanjaan seperti mal di Mataram. Memang,
hal ini cukup dilematis. Namun harus ada kebijakan tegas dalam persoalan ini.
Menurut
dia, iklim investasi salah satunya dipengaruhi oleh pasar. ‘’Dari segi ekonomi,
kalau barangnya bagus pelayannya juga bagus pasti akan dicari orang,’’ ujarnya
kepada Suara NTB di Mataram kemarin.
Namun demikian, jumlah pusat perbelanjaan di Mataram juga perlu dibatasi. Ia
khawatir, kalau jumlah mal misalnya terlalu banyak, justru akan mengganggu
iklim investasi.
Sebab,
lambat laun, kondisi itu diyakini akan menciptakan persaingan usaha yang tidak
sehat. Dikatakan Zaini, pihaknya memang sudah lama menyarankan kepada Pemkot
Mataram untuk selalu mengkaji izin pendirian pusat perbelanjaan di Mataram. Politisi
Partai Demokrat ini berharap Pemkot Mataram benar-benar konsisten terhadap
kebijakan pembatasan jumlah pusat perbelanjaan.
‘’Kalau
memang itu solusi agar iklim investasi di Mataram tetap sehat, ya harus dilakukan (pembatasan, red),’’
imbuh Zaini. Ia menyadari semua pengusaha sudah pasti mempunyai kepentingan.
Tetapi, ia mengingatkan, jangan sampai kebijakan menyetop izin pendirian mal,
karena ada intervensi dari pihak-pihak tertentu.
Pihaknya,
demikian Zaini, menginginkan ada kajian komprehensif atas kebijakan
menghentikan pemberian izin pendirian mal. Ia melihat jumlah mal berikut pusat
perbelanjaan sejenis di Mataram sudah cukup banyak. Sejauh ini, jumlah tersebut
dianggap telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Apalagi Mataram bukanlah
kota besar, sehingga jumlah mal yang ada saat ini terbilang sudah ideal.
‘’Malah
kalau terlalu banyak, tidak bagus karena persaingan juga jadi tidak sehat.
Kalau banyak tapi tidak ada yang belanja kan kasihan juga investornya,’’ sebut
Zaini. (fit)
Komentar