| Muhtar |
BANYAKNYA
rumah di Kota Mataram yang belum memiliki izin sehingga memicu kebocoran PAD
(Pendapatan Asli Daerah), mendapat perhatian serius dari kalangan DPRD Kota
Mataram. Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH., kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (5/6)
kemarin menilai hal itu lantaran kurang maksimalnya sosialisasi yang dilakukan
Pemkot Mataram.
Dengan
tingkat hunian yang semakin padat, seharusnya Pemkot Mataram melalui Dinas Tata
Kota dan Pengawasan Bangunan (Takowasbang) Kota Mataram lebih gencar melakukan
sosialisasi terhadap pentinganya IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Kalaupun
BPMP2T (Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu) terkedala data, tapi
paling tidak, upaya-upaya pembenahan harus dilakukan mulai dari sekarang.
Dinas
Takowasbang bersama BPMP2T Kota Mataram harus bersinergi melakukan pendataan.
Supaya hasil pendataan akurat, pendataan sebaiknya melibatkan camat dan lurah.
‘’Kalau tidak diberdayakan, bagaimana bisa kita mendapatkan data yang akurat,’’
cetusnya. Selain kurangnya sosialisasi, Dewan menilai Pemkot Mataram sudah
kecolongan atas berdirinya rumah-rumah tanpa IMB. Seharusnya, calon pemilik
rumah wajib mengantongi IMB sebelum pembangunan di mulai.
Namun
seolah sudah menjadi trend, IMB diurus setelah bangunan jadi. Bahkan ada yang
dibuat lima atau 10 tahun kemudian. Politisi Partai Gerindra ini mengakui,
bahwa belum semua masyarakat menganggap IMB penting. ‘’Nanti kalau mau ada
pinjaman baru mereka urus IMB,’’ imbuhnya. Sebagai lembaga baru, Muhtar meminta
BPMP2T Kota Mataram harus ada terobosan.
Idealnya
harus ada data yang jelas mana rumah yang ada izinnya dan mana yang belum punya
izin. Data ini nantinya akan menjadi pijakan ke depan terhadap persoalan yang
lainnya. ‘’Sehingga langkah yang diambil tepat,’’ imbuhnya. Karenanya, Muhtar
mendorong Dinas Takowasbang dan BPMP2T melakukan langkah maju dengan melakukan
pemutahiran data rumah-rumah yang belum mempunyai izin.
Terhadap
rumah-rumah yang bisa dimasukkan dalam katagori pemutihan, juga harus disosialisasikan
kepada masyarakat. Dengan sosialisasi yang kontinyu dan pelayanan yang tidak
menyulitkan, ia yakin, akan lebih banyak lagi masyarakat yang memahami betapa
pentingnya sebuah IMB. (fit)
Komentar