Pos Pantau Sering Kosong

POS pantau anjal yang dibangun Disosonakertrans Kota Mataram, rupanya belum berfungsi maksimal. Meski mengapresiasi langkah dinas pimpinan H. Ahsanul Khalik tersebut namun anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji juga menyayangkan kurang maksimalnya pemanfaatan pos anjal itu.

‘’Pos anjal itu sekarang lebih sering kosong,’’ cetusnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Selasa (8/7) kemarin. Menurut dia, kalau difungsikan secara maksimal, mungkin saja keberadaan pos pantau itu dapat menjadi jawaban atas maraknya gepeng dan anjal di Kota Mataram saat ini. Karenanya, Misban berharap pos pantau yang telah dibangun, bisa dimanfaatkan pihak-pihak terkait seperti Satpol PP untuk mengefektifkan pemantauan anjal.

Disamping selalu stand by di pos pantau, Misban berpandangan, patroli keliling juga masih perlu dilakukan secara rutin. ‘’Mungkin tidak harus menggunakan pakaian seragam supaya lebih efektif,’’ imbuhnya. Ia menyayangkan ada pos pantau anjal yang kerap terlihat kosong pada pagi hingga siang hari. Menurut dia, pos pantau anjal yang telah dibangun, jangan sampai mubazir.

Karenanya, Misban meminta SKPD terkait memaksimalkan pemanfaatan pos pantau anjal. Pemantauan anjal, lanjutnya harus disiasati dengan strategi yang matang. Misalnya pemantauan harus dilakukan setiap saat baik di pos pantau maupun secara berkeliling. ‘’Untuk yang memantau secara berkeliling, bisa tidak menggunakan seragam tapi harus ada kartu identitas yang jelas,’’ ujarnya.

Pemantauan anjal, kata Misban, harus jelas outputnya. ‘’Jangan hanya dipantau-pantau saja. Kalau ditemukan cepat amankan,’’ pintanya. Selanjutnya anjal yang tertangkap harus diberikan pembinaan berikut menyelidiki bagaimana mereka bisa ada di jalanan. Kalau memang ada oknum yang memobilisasi anjal, maka harus diusut tuntas.


Misban mengakui, memang bukan perkara mudah untuk menghapus anjal dari Kota Mataram. Tetapi paling tidak aktivitas anjal di jalan dapat dikurangi. ‘’Kita juga tidak berharap hal-hal negatif yang merugikan pengguna jalan terjadi. Sehingga, suasana Kota Mataram semakin kondusif. Menghilangkan anjal dari Mataram, tidak bisa sekadar melakukan pembinaan tapi harus diusut siapa pihak yang memobilisasi anjal itu. (fit)

Komentar