PEMADAMAN
listrik yang makin sering terjadi belakangan ini membuat masyarakat sangat
kecewa. Termasuk DPRD Kota Mataram. ‘’Ini sudah gombal yang kesekian kalinya,’’
kata Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., yang ditemui di
kantornya, Senin (14/7) kemarin.
Ini
berdasarkan pengalaman sebelumnya. Dulupun ketika PLN menjamin tidak akan
terjadi pemadaman, nyatanya toh terjadi juga. ‘’Jadi, kondisi-kondisi seperti
ini sangat mengecewakan,’’ aku Didi. Terlebih pemadaman saat ini seolah tidak
mengenal waktu. Baik saat buka puasa, salat tarawih maupun sahur.
Politisi
Partai Golkar ini meminta PLN terbuka kepada masyarakat. Supaya ada gambaran
kondisi yang senyatanya kepada masyarakat, sekaligus sebagai bentuk
pertanggungjawaban PLN kepada masyarakat. ‘’PLN harus minta maaf kepada
masyarakat atas pemadaman yang terjadi dan janji yang tidak terbukti itu,’’
pintanya.
Menurut
Didi, kalau PLN tidak meminta maaf maka akan menambah sakit hati masyarakat.
PLN, lanjutnya, sudah seharusnya terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada
masyarakat dan menjelas kondisi pemadaman ini. Dewan sebagai representasi
masyarakat mendorong PLN melakukan perbaikan kinerja secara maksimal. Dengan
demikian pemadaman lebih cepat tertangani.
PLN
diminta memperbarui pelayanan kepada masyarakat. Ditanya kemungkinan Dewan
melakukan pemanggilan terhadap jajaran PLN, kata Didi, pihaknya akan melihat
waktu yang ada di sela-sela agenda kedewanan yang juga menunggu untuk dilakukan
pembahasan RAPBD perubahan. Namun demikian, kalau PLN sudah sampai pada
komitmen menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan menjelaskan kondisi yang sebenarnya, itu
bisa menjadi pegadangan Dewan. ‘’Bisa jadi PLN tidak jadi kita panggil,’’
cetusnya.
Ia
menduga, seringnya terjadi pemadaman listrik, terkait langsung dengan kelemahan
manajemen PLN. Padahal, PLN sebagai salah satu public service harus mengutamakan pelayanan yang baik kepada
masyarakat. ‘’Kalau seperti ini artinya tidak cakap,’’ cetusnya. Seharusnya PLN
mampu melaksanakan komitmen untuk menjamin tidak lagi terjadi pemadaman.
‘’Kalau
bisa, kita berharap seterusnya tidak terjadi pemadaman,’’ ujarnya. Kendati
demikian, kalaupun terpaksa harus dilakukan pemadaman, Didi mengimbau memilih
waktu lain selain saat berbuka, tarawih dan sahur. (fit)
Komentar