Dewan Gelar Paripurna Pengantar Nota Keuangan RAPBDP 2014
Mataram
(Suara NTB) –
DPRD
Kota Mataram menggelar rapat paripurna penyampaian nota keuangan APBD perubahan
anggaran tahun 2014, Rabu (16/7) kemarin. Dalam kesempatan itu, pimpinan DPRD
Kota Mataram hadir lengkap. Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Mataram, Drs.
HM. Zaini didampingi dua wakil ketua, masing-masing H. Didi Sumardi, SH., dan I
Wayan Sugiartha. Pada paripurna yang dihadiri langsung Walikota Mataram, H.
Ahyar Abduh itu, pimpinan SKPD dilarang berwakil. Sehingga, beberapa utusan
dari SKPD terpaksa pulang.
Walikota
Mataram dalam penyampaiannya di hadapan Dewan dan jajaran eksekutif yang hadir
di ruang sidang utama DPRD Kota Mataram mengatakan, pada APBD perubahan tahun
anggaran 2014, Pemkot Mataram merencanakan untuk mengakomodir beberapa program
yang belum tuntas. Ia berharap, program percepatan dapat terwujud dan
terimplementasi dengan baik. Sehingga, masyarakat mampu merasakan perubahan
percepatan tersebut.
Dalam
paripurna yang berlangsung sekitar pukul 11.30 Wita itu, Walikota merincikan
pendapatan daerah keseluruhan direncanakan bertambah Rp 72,291 miliar lebih. Sehingga
setelah perubahan menjadi Rp 1,33 triliun lebih. Terdiri dari PAD yang semula
Rp 119,861 miliar lebih, bertambah Rp 28,577 miliar lebih. Sehingga setelah
perubahan menjadi Rp 148,439 miliar lebih. Dana perimbangan dari Rp 675,26
miliar lebih bertambah Rp 258 juta lebih. Sehingga setelah perubahan menjadi Rp
675,285 miliar lebih. Lain-lain pendapatan yang sah dari Rp 166,208 miliar
lebih bertambah Rp 43,454 miliar lebih, sehingga setelah perubahan menjadi Rp
209,663 miliar lebih.
Belanja
daerah direncanakan bertambah Rp 79,402 miliar lebih dari anggaran semula Rp
1,84 miliar lebih. Setelah perubahan menjadi Rp 1,163 miliar lebih. Beberapa
kebijakan penting yang akan dibiayai dalam perubahan APBD 2014, antara lain,
pengadaan sarana dan prasarana kesehatan di RSUD Kota Mataram, termasuk
kapitasi BPJS. Pengadaan tanah untuk mengakomodir pelaksanaan proyek jalan
nasional, seperti jalan menuju BIL, jalan TGH Faisal, Jalan Bung Karno, Jalan
Saleh Sungkar dan Jalan Energi. Pelaksanaan perbaikan jalan-jalan lingkungan
oleh Dinas PU Kota Mataram. Rehabilitasi dan penataan Kota Tua Ampenan.
Peningkatan sarana dan prasarana PJU. Peningkatan sarana dan prasarana sekolah.
Tambahan alokasi untuk sertifikasi guru. Pembayaran kekurangan iuran asuransi
kesehatan. Rehabilitasi Pasar Kebon Roek, Pasar Ampenan, Pasar Pagesangan dan
Pasar Dasan Agung. Peningkatan sarana dan prasarana perizinan. Pengadaan sarana
dan prasarana kebersihan. Pembayaran listrik PJU dan pembayaran gaji CPNS K2.
Ditambahkan
Walikota, dengan adanya rencana pendapatan dan belanja bertambah maka khusus
dalam RAPBD perubahan Kota Mataram tahun 2014 mengalami defisit Rp 7,111 miliar
lebih. Defisit ini akan ditutup dengan penerimaan dari Silpa tahun lalu. Selain
itu, dalam rangka penajaman pencapaian kinerja program pada masing-masing SKPD,
Pemkot Mataram, katanya, telah melakukan beberapa perubahan anggaran yang tidak
bersifat menambah atau mengurangi dana. ‘’Tapi hanya dilakukan pergeseran antar
kode rekening,’’ cetusnya.
Walikota
mengungkapkan, terdapat perbedaan pendapatan antara KUA/PPAS perubahan dan yang
ada dalam RAPBD perubahan Rp 5miliar. Terdiri dari rencana tambahan lain-lain
pendapatan yang sah yangbersumber dari hibah Pemerintah Australia untuk
pemasangan sambungan gratis PDAM untuk masyarakat kurang mampu. Kemudian,
anggaran tersebut digunakan untuk membiayai tambahan alokasi kekurangan gaji
pegawai, peningkatan sistem pengelolaan barang milik daerah dan tambahan dana
kegiatan SKPD lainnya. (fit/*)
Komentar