Imbauan Walikota Dinilai hanya Macan Kertas
Mataram Suara NTB –
Imbauan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh yang
menegaskan kepada aparat Satpol PP untuk tidak mentolerir penggunaan petasan
karena sangat mengganggu kekhusyukan ibadah ramadhan, dinilai kalangan DPRD
Kota Mataram, hanya macan kertas. Pasalnya, sampai saat inipun suara petasan
masih marak terdengar di mana-mana.
Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji,
SE., menilai, masih maraknya suara petasan lantaran razia yang dilakukan aparat
Satpol PP Kota Mataram, belum maksimal. Kondisi ini diyakininya sebagai akibat
dari minimnya anggaran yang dialokasikan dalam APBD Kota Mataram untuk Kantor
Satpol PP.
Anggaran itu tidak semuanya bisa dipergunakan.
Pasalnya, setengahnya dari anggaran tersebut, digunakan untuk membayar gaji
pegawai berikut pengadaan barang dan jasa. Parktis, anggaran untuk operasional
aparat Satpol PP di lapangan menjadi begitu minim. Ia
menyayangkan ketidakberimbangan anggaran yang diberikan kepada Satpol PP dengan
beban tugas di lapangan.
Padahal, berkembangnya aktivitas di Kota Mataram harus
dibarengi dengan pelaksanaan Perda Kota Mataram. ‘’Jadi kondisi ini tidak
terlepas dari anggaran yang terbatas,’’ cetusnya. Misban memandang ke depan
anggaran untuk Satpol PP perlu ditingkatkan. Ditambahkan anggota Komisi II
lainnya, Ruslan, bahwa kesiapan yang dilontarkan Satpol PP dalam mengamankan
edaran Walikota masih sebatas ‘’lips service’’. Karena kondisi di lapangan
sangat berbeda dengan kesaiapan aparat Satpol PP.
Sebelumnya, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengimbau masyarakat untuk ikut mengawasi petasan karena sangat mengganggu kekhusyukan orang beribadah
baik pada saat tarawih maupun tadarusan. Pemkot
Mataram juga akan tetap melakukan pengawasan terkait hal ini. Pengawasan juga
dilakukan bersama aparat kepolisian dan juga Satpol PP Kota Mataram. Sementara
itu, Kepala Satpol PP Kota Mataram, Chaerul Anwar, S.IP menyatakan petasan
tidak boleh diperjualbelikan dan bagi pedagang yang ingin menjual petasan harus
ada izin dari kepolisian. Menjelang bulan puasa ini, pihaknya juga rutin turun
ke lapangan untuk melakukan penertiban bersama kepolisian. (fit)
Komentar