Dua Varietas Unggulan Kota Mataram Kurang Populer
Mataram
(Suara NTB) –
Meski
sudah mengantongi hak paten dari IPB (Institut Pertanian Bogor), dua varietas
unggulan Kota Mataram, Mangga Mentaram dan Duku Ruslan, kurang populer. Kondisi
ini, diakui Kepala Dinas PKP (Pertanian Kelautan dan Perikanan) Kota Mataram,
Ir. H. Mutawalli, karena masih minimnya perhatian terhadap dua varietas
unggulan Kota Mataram itu.
Mutawalli
mengaku, pihaknya sempat merasa malu, ketika ada tamu dari luar daerah yang
hendak melihat Mangga Mentaram dan Duku Ruslan. ‘’Terpaksa kita kasi mereka
brosurnya. Karena kan mangga dan duku ini belum ada yang berbuah,’’ akunya. Namun
demikian, pihaknya tetap berkomitmen mengembangkan varietas unggulan ini.
Meskipun
sampai saat ini, baik Mangga Mentaram maupun Duku Ruslan sangat sedikit yang
ada ditaman oleh masyarakat. Mutawalli berjanji, ke depan pengembangan varietas
unggulan Kota Mataram ini akan terus mendapat perhatian serius. Bahkan, Dinas
PKP Kota Mataram akan membuatkan komplek khusus untuk Mangga Mentaram dan Duku
Ruslan.
Saat
ini, lanjutnya, pembibitan Mangga Mentaram dan Duku Ruslan dilakukan di RTH
(Ruang Terbuka Hijau) Pagutan. Masing-masing setengah hektar untuk Mangga
Mentaram dan setengah hektar untuk Duku Ruslan. Jumlahnya mencapai 300 pohon.
Seperti
diketahui, Menteri Pertanian menyetujui varietas duku ruslan untuk dikembangkan
di berbagai daerah di tanah air. Nama duku Ruslan diambil dari nama wali kota H.
Moh. Ruslan. Menurut dia nama varietas duku ruslan tidak bisa digantikan lagi
oleh yang lain, karena sudah dipatenkan. Pemberian nama duku ruslan merupakan
penghargaan atas jasa mendiang Walikota dua periode itu yang telah membangun
Kota Mataram.
Menurut
Dadih pihaknya saat ini sedang melakukan pembibitan sekitar 3.000 batang untuk
ditanam pada setiap kantor pemerintah dan swasta di daerah ini. Duku ruslan
berdasarkan hasil penelitian rasanya manis degan aroma harum sehingga disukai
masyarakat. Pohon duku tersebut antara lain berada di Taman Mayura Mataram.
(fit)
Komentar