Produk
Bank Sampah Mataram Sulit Dipasarkan
Mataram
(Suara NTB) –
Banyaknya
volume sampah yang dikelola oleh BSM (Bank Sampah Mataram) ternyata belum
diimbangi dengan pemasaran hasil produk yang dihasilkan. Bahkan, hingga kini,
produk bank sampah masih kesulitan pemasaran.
Pembina
BSM yang juga Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat
(22/8) mengungkapkan, sistem sudah berjalan dengan baik. Mulai dari lembaga
sebagai instrumen melaksanakan kegiatan bank sampah, hingga partisipasi
masyarakat. Namun, partisipasi masyarakat belum masif.
‘’Kendala
produk yang dihasilkan belum kompetitif. Sementara, ada home industry yang tidak masuk dalam binaan bank sampah, justru menghasilkan
produk yang lebih baik,’’ terang Mohan. Tantangan BSM ke depan bagaimana
melibatkan masyarakat lebih luas lagi untuk mendorong bagaimana menghasilkan
produk yang lebih inovatif.
Meski
masih terkendala pemasaran, Mohan mengajak jajaran BSM tidak patah arang. ‘’Toh
sudah ada kelihatan produk yang dihasilkan,’’ ujarnya memberi semangat. Wakil
Walikota Mataram ini tidak menampik jika sampai saat ini produk-produk yang
dihasilkan BSM, pemasarannya baru di seputar Kota Mataram saja.
Itupun
kalau kebetulan ada event yang digelar Pemkot Mataram. ‘’Kita memang belum
punya pengelolaan hasil produk itu secara profesional,’’ imbuh Mohan. Selama
ini, sambungnya partisipasi masyarakat sudah cukup baik. Masyarakat
berpartisipasi menjual sampahnya ke pihak BSM setelah terlebih dahulu dilakukan
pemilahan antara sampah organik dan anorganik.
‘’Bayarnya,
masyarakat tidak kita berikan dalam bentuk uang cash tapi dalam bentuk tabungan di bank, apakah untuk pendidikan
atau naik haji,’’ terang Mohan. Tidak hanya produk yang dihasilkan dari sampah
anorganik yang masih kesulitan pemasaran, produk olahan sampah organik juga
diakui masih jadi masalah. (fit)
Komentar