Mataram
(Suara NTB) –
Dikes
(Dinas Kesehatan) Kota Mataram, angkat bicara menyusul belum terealisasinya
rumah pemulihan gizi, sebagai bagian dari pencanangan Mataram menuju Kota Layak
Anak 2018 mendatang. Kepala Dikes Kota Mataram, dr. Usman Hadi yang
dikonfirmasi Suara NTB di Mataram,
mengaku tidak paham konsep rumah pemulihan gizi.
Dikatakan
Usman, rumah pemulihan gizi yang rencananya dibangun di sekitar Kantor Lurah
Ampenan Tengah, mencontoh konsep di daerah Yogyakarta. ‘’Konsepnya apa, saya
ndak tahu karena waktu itu saya ndak ikut,’’ akunya. Namun demikian, meski
tidak memahami konsep rumah pemulihan gizi yang kerap disuarakan oleh Komisi II
DPRD Kota Mataram, pihaknya tetap mendukung ide membangun rumah pemulihan gizi
tersebut.
Pembangunan
rumah pemulihan gizi tersebut, lanjut Usman, merupakan leading sektor BP2KB
(Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana) Kota Mataram. sampai
sekarang Dikes belum diajak berkomunikasi terkait pembangunan rumah pemulihan
gizi tersebut. ‘’Yang jelas kami tetap mendukung apa yang menjadi program
Pemkot Mataram,’’ imbuhnya.
Terkait
pemulihan gizi, sebetulnya di Kota Mataram sudah ada empat puskesmas yang siap
melayani kasus gizi buruk dan gizi kurang. Masing-masing Puskesmas Ampenan,
Puskesmas Tanjung Karang, Puskesmas Karang Taliwang dan Puskesmas Cakranegara.Kendati
demikian Usman tidak berani memastikan apakah pelayanan untuk kasus gizi buruk
dan gizi kurang di puskesmas sama dengan konsep rumah pemulihan gizi. ‘’Maaf,
rumah pemulihan gizi itu yang bagaimana,
saya belum tahu,’’ kata Usman.
Di
empat puskesmas rawat inap tersebut, semua dokter dan perawat sudah dilatih
dalam hal penanganan kasus gizi buruk maupun gizi kurang. Tetapi kalau memang
rumah pemulihan gizi itu harus dibangun, Usman menyatakan tetap mendukung.
Lagipula lokasinya tidak jauh dari Puskesmas Ampenan. ‘’Teknis pembangunannya
ada di BP2KB. Makanya sekarang kami sedang menunggu undangan dari BP2KB,’’
ujarnya. Bila perlu Komisi II bisa melakukan persentasi terlebih dahulu
sepertiapa konsep rumah pemulihan gizi yang dimaksud. Sebab, rumah pemulihan
gizi itu merupakan salah satu hasil kunjungan Komisi II DPRD Kota Mataram ke
Yogyakarta beberapa waktu lalu. (fit)
Komentar