Loang Baloq Dikhawatirkan Jadi Lahan Tidur
Mataram
(Suara NTB) –
Kalangan
legislatif kembali meminta Pemkot Mataram bersikap tegas kepada investor. Salah
satunya investor pembangunan MSB (Mataram Sunset Beach) di Taman Hiburan Rakyat
Loang Baloq. Karena jika tidak ada ketegasan dari Pemkot Mataram, ia khawatir
Loang Baloq akan menjadi lahan tidur.
Anggota
Kota Mataram, I Wayan Sugiartha kepada Suara
NTB di DPRD Kota Mataram, Sabtu (16/8) mengaku masih optimis dengan
pembangunan MSB oleh PT. MasMurni Sejahtera). Kendati demikian, menurutnya,
yang terpenting saat ini adalah memberikan batas waktu (deadline). Pihaknya, sambung Wayan, dapat memaklumi molornya
pembangunan MSB karena faktor alam seperti dikeluhkan MMS, sehingga membuat
perusahaan yang tergabung dalam grup Helindo itu mengubah desain.
‘’Jadi
harus ada deadline waktu dari Pemkot Mataram, kita tidak ingin itu (Loang
Baloq, red) menjadi lahan tidur,’’ tegasnya. Wayan Sugiartha tidak sepakat
dengan pernyataan kepala Bappeda, L. Martawang yang memastikan MSB tidak akan
bernasib sama dengan Ampenan Harbaour hanya karena MMS telah membeli lahan di
Loang Baloq seharga miliaran rupiah.
‘’Tidak
jadi jaminan, orang beli tanah terus langsung membangun,’’ cetus politisi PDI
Perjuangan ini. Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram ini menyadari memang tidak
mudah mencari investor. Tetapi di sisi lain, ia menyarankan Pemkot Mataram
tidak terlalu longgar terhadap investor. Untuk itu, Pemkot Mataram harus
mengetahui posisi perusahaan dan memberi penjelasan kepada masyarakat. Karena
masyarakat sekitar juga tidak sedikit yang bertanya kapan pembangunan itu
dimulai.
Sebelumnya,
Kepala Bappeda Kota Mataram, L. Martawang mengatakan, manajemen MMS akan datang
ke Mataram. Kedatangan mereka dalam hal ini Direktur Utama MMS bertujuan
menjelaskan kepastian kelanjutan pembangunan MSB setelah dilakukan desain ulang
terhadap pembangunan tersebut. MMS melakukan desain ulang karena beberapa waktu
lalu lokasi pembangunan digenangi air sehingga desain bangunannya harus
didesain kembali sesuai dengan kondisi lahan. Martawang optimis investor ini
tidak sama seperti investor Ampenan Harbour dulu. Hal yang bisa meyakinkan
karena MMS telah membeli lahan dengan harga miliaran di pinggir pantai THR
Loang Baloq. (fit)
Komentar