Jalan Lingkungan Jangan jadi Jualan Politik



JALAN lingkungan di Kota Mataram yang kondisinya masih banyak yang rusak parah bisa jadi menjadi sasaran empuk menjelang Pilkada Kota Mataram 2015. Banyak kalangan menganggap jalan lingkungan bisa menjadi jualan politik bagi calon incumbent jika perbaikan jalan lingkungan yang rusak rampung diperbaiki sebelum Bulan Mei 2015 mendatang.

Karena seperti diketahui Bulan Mei 2015 mendatang Kota Mataram akan menggelar Pilkada. Sebaliknya jalan lingkungan itu juga bisa menjadi senjata bagi lawan politik dari calon incumbent jika perbaikan jalan lingkungan tidak selesai sebelum Pilkada dilaksanakan. Seperti diketahui, sebetulnya Pemkot Mataram dibawah kepemimpinan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana konon telah menggagas perbaikan seluruh jalan lingkungan yang rusak parah sejak beberapa tahun yang lalu.

Dari 350 kilometer panjang jalan lingkungan se-Kota Mataram, Pemkot Mataram melalui Dinas PU Kota Mataram telah mendata panjang jalan lingkungan yang rusak. Pemkot Mataram Mataram mengklaim panjang jalan lingkungan yang terbilang rusak parah hanya 25 persen dari total panjang jalan lingkungan tersebut. Setelah menghitung kebutuhan anggaran untuk perbaikan jalan lingkungan rusak parah, Pemkot Mataram sempat ‘’menyerah’’.

Dinas PU Kota Mataram menghitung kebutuhan anggaran untuk perbaikan jalan lingkungan rusak parah sekitar Rp 75 miliar. APBD Kota Mataram diyakini tidak akan sanggup mendanai perbaikan jalan rusak itu sekaligus. Lantas muncul ide meminjam Rp 60 di PIP (Pusat Investasi Pemerintah). Pemkot berpikir jika pinjaman daerah itu cair, maka Pemkot Mataram akan mencicil kekurangannya Rp 15 miliar melalui APBD Kota Mataram.

Sayangnya, harapan untuk mendapat pinjaman daerah mulai kandas. Sampai saat ini pinjaman tersebut tidak jelas juntrungannya, apakah diberikan atau justru ditolak. Nasib Kota Mataram atas pinjaman itu malah terkesan ‘’digantung’’ PIP. Satu persatu pihak terkait di Pemkot Mataram mulai menyatakan bahwa Pemkot Mataram tidak lagi berharap terhadap pinjaman itu.

Tidak mau terkesan gagal, Pemkot Mataram cukup gigih memperjuangankan bagaimana supaya jalan lingkungan jadi diperbaiki, walaupun tanpa pinjaman dari PIP. Bahkan, dalam perubahan APBD, Pemkot Mataram telah mencantumkan nilai Rp 10 juta yang alokasinya dipastikan untuk infrastruktur jalan, termasuk jalan lingkungan.

Masyarakat tentu berharap kegigihan Pemkot Mataram memperjuangkan perbaikan jalan lingkungan bukan karena motivasi terselubung. Jangan sampai hanya karena mencari panggung politik lantas masyarakat menjadi korban. Perbaikan jalan lingkungan diharapkan tidak menjadi jualan politik para elite menjelang suksesi Kota Mataram 2015 mendatang. (*)

Komentar