RENCANA
Pemkot Mataram melalui Dinas PKP (Pertanian Kelautan dan Perikanan) Kota
Mataram menerbitkan Perwal (Peraturan Walikota) mengenai lahan pertanian abadi,
terus menuai kritik dari kalangan DPRD Kota Mataram. Sekretaris Fraksi Partai
Demokrat DPRD Kota Mataram, Ehlas, SH., kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (25/8) kemarin mengingatkan
Pemkot Mataram membuat perwal mati.
‘’Kenapa
saya bilang mati, harusjelas dulu apa yang menjadi dasar hukumnya,’’ cetusnya. Karena
bagaimanapun, aku Ehlas petani pada umumnya banyak yang awam. Yang perlu
diperjelas, lanjut Ehlas, kalau sebuah sawah masuk dalam katagiri lahan
pertanian, abadi, sampai kapan batas waktunya. Kalau sudah ada dasar hukum yang
jelas, Pemkot Mataram hars segera mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat.
Khususnya masyarakat petani.
Sejauh
ini, Ehlas mengaku baru mendengar adanya rencana dari Pemkot Mataram untuk
menerbitkan Perwal lahan peranian abadi. Sebab, lanjut mantan anggota badan
kehormatan DPRD Kota mataram periode 2009 – 2014 ini, kalau dilihat fakta yang
ada, memang rasanya cukup sulit melarang pemilik sawah untuk tidak menjual
sawah miliknya.
Untuk
itu, perlu ada kajian mendalam dengan mempertimbangkan berbagai aspek. ‘’Buatlah
perwal yang menguntungkan masyarakat,’’ pintanya. Dengan adanya perwal lahan
pertanian abadi, jelas ada konsekuensi yang harus ditanggung. Tidak saja oleh
pemilik sawah tapi juga Pemkot Mataram selaku pihak yang menebitkan aturan
tersebut.
Pemkot
Mataram, sambung Ehlas, harus menjamin kesejahteraan hidup petani-petani yang
sawahnya ditunjuk menjadi lahan pertanian abadi. Kalaupun penerapan perwal
lahan pertanian abadi ingin mencontoh daerah lain, harus disesuaikan juga
dengan kondisi Kota Mataram. Karena kalau diterapkan, menurut dia, mau tidak
mau akan memberatkan Pemkot Mataram dari segi anggaran.
Kalau
hanya PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) yang disubsidi, mungkin, masih bisa
dipenuhi. Akan tetapi, kata Ehlas, ada hal-hal lain yang juga menjadi tanggung
jawab Pemkot Mataram. Seperti subsidi pupuk, benih dan obat-obatan. Yang tidak
kalah pentingnya bagaimana Pemkot menjamin ketersediaan saluran irigasi
terhubung ke semua sawah yang termasuk dalam lahan pertanian abadi. Karena
selama ini, keberadaan saluran irigasi menjadi salah satu persoalan yang kerap
dihadapi petani. (fit)
Komentar