Mataram
(Suara NTB) –
Maraknya
aktivitas mengangkut dan menurunkan penumpang di depan Kantor Imigrasi Mataram
di Jalan Udayana Mataram, mengesankan lokasi tersebut menjadi terminal
bayangan. Meski Dishubkominfo Kota Mataram membantah lokasi tersebut sebagai
terminal bayangan namun, Dishubkomonfo akan segera mencari solusi untuk menekan
dampak kemacetan yang ditimbulkan di sana.
‘’Itu
bukan terminal bayangan. Mereka hanya mengantar penumpang untuk mengurus
paspor,’’ cetus Kepala Dishubkomunfo Kota Mataram, Drs. H. Khalid didampingi
Kepala Bidang Perhubungan Darat, Laut dan Udara, Mahfuddin Noor menjawab Suara NTB di Kantor Walikota Mataram,
Rabu (27/8). Kendati demikian, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan
pihak-pihak terkait.
Khalid
mengaku, sejauh ini belum ada koordinasi dengan Kantor Imigrasi Mataram
mengenai hal ini. Ia tidak menampik parkirnya banyak kendaraan di depan kantor
Imigrasi Mataram, termasuk menaikkan penumpang, menghambat kelancaran arus lalu
lintas di jalan tersebut. ‘’Apalagi mereka parkirnya di badan jalan,’’
cetusnya.
Kondisi
macetnya arus lalu lintas akibat aktivitas menaikkan penumpang salah satunya
disebabkan tidak adanya lahan parkir yang tersedia. Sehingga mau tidak mau,
badan jalan menjadi sasaran tempat parkir. ‘’Ada lahan kosong di sebelah barat
Kantor Imigrasi Mataram. mungkin itu bisa dimanfaatkan menjadi lahan parkir,’’
ujarnya.
Namun,
sejauh ini, pihaknya belum berkomunikasi dengan pemilik lahan untuk meminjamnya
sebagai lahan parkir. Pihaknya, sambung Khalid akan berkomunikasi dengan jukir
yang ada di kawasan itu untuk mengatasi kemacetan di sana. ‘’Alternatif untuk
yang parkir di depan Kantor Imigrasi, kita arahkan ke tanah kosong yang ada di
sebelah barat. Kita harus buat komitmen dengan pengelola parkir di sana,’’
terangnya.
Ditambahkan
Mahfuddin, memang kendaraan yang berkepentingan mengurus dokumen keimigrasian
kerap memanfaatkan badan jalan untuk memarkir kendaraannya. Bahkan parkir
kendaraan sampai di SMA 5 Mataram. ‘’Bahkan radiusnya sudah mendekati traffic
light di perempatan Bank Indonesia,’’ demikian Mahfuddin. Menurutnya, kendaraan
yang parkir di depan Kantor Imigrasi Mataram kebanyakan berasal dari luar Kota
Mataram. (fit)

Komentar