PENGELOLAAN parkir tepi jalan umum oleh Dihubkominfo
Kota Mataram cukup mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, banyak potensi kebocoran
yang tidak segera dilakukan penertiban. Salah satunya kata Anggota DPRD Kota
Mataram, Misban Ratmaji, SE., adalah banyaknya parkir liar.
‘’Banyak petugas parkir dadakan yang tidak terdaftar
di Dishubkominfo,’’ sebutnya. Dengan demikian, uang parkir yang didapat
digunakan untuk kepentingan pribadi dan tidak masuk ke kas daerah. Juru parkir
dadakan terlebih jukir liar harus segera ditertibkan. Pihaknya, sambung Misban
berharap, semua jukir terdata dengan baik, menggunakan kartu pengenal yang
jelas dan mudah dibaca oleh masyarakat.
Jukir liar maupun dadakan, kata Misban, tidak hanya
menggembosi potensi PAD Kota Mataram tapi juga merugikan masyarakat. ‘’Ada acara
sedikit dipungut, padahal mungkin tidak perlu seperti itu,’’ cetusnya. Penertiban
berikut pendatan jukir harus segera dilakukan. Paling tidak mulai tahun ini.
Dengan telah terdata, praktis jukir-jukir yang
sebelumnya berstatus jukir liar mempunyai kewajiban. Mengenai penyelenggaraan
parkir tepi jalan umum untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat insidentil harus
mendapat izin khusus dari Dishubkominfo. Sayangnya hal ini kurang mendapat
perhatian serius dari Dishubkominfo. Padahal potensi kebocoran PAD salah
satunya berasal dari penyelenggaraan parkir tepi jalan umum untuk kegiatan
insidentil.
Misban meminta ketegasan Dishubkominfo. ‘’Kalau ada
kegiatan sekecil apapun, lantas memungut parkir, harus ada izinnya,’’ pintanya.
Sehingga potensi-potensi kebocoran PAD bisa diantisipasi. Melihat fenomena
masyarakat yang enggan melapor manakala ada kegiatan memungut parkir, menurut
politisi PKPI ini, disinilah peran Dishubkominfo diuji.
Dishubkominfo harus aktif mencari tahu even-even di
masyarakat. Sebab, masyarakat mungkin tidak sempat mengurus izin dan
sebagainya. Untuk itu Misban berharap, masyarakat yang menyelenggarakan parkir
tepi jalan umum untuk kegiatan insidentil, digiring untuk melapor kepada
pihak-pihak terkait.
Misban juga menyoroti kebocoran PAD dari
penyelenggaran parkir tepi jalan umum di objek-objek wisata yang ada di Mataram.
Sebab, penyelenggaraan parkir di tempat-tempat tersebut justru banyak ditangani
oleh parkir liar. Karenanya, penertiban jukir liar sangat mendesak dilakukan. Ia
melihat masih berlangsungnya parkir liar di Mataram, tidak saja sebagai bentuk
lemahnya pengawasan dan ketidaktegasan Dishubkominfo. (fit)
Komentar