Tunjukkan Kinerja yang Baik



MULAI Selasa (5/8) kemarin, para wakil rakyat terpilih yang duduk di parlemen dilantik. Diawali pengambilan sumpah dan janji 50 anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur. Berikutnya Rabu hari ini giliran 40 anggota DPRD Kota Mataram melaksanakan prosesi serupa. Gerbong pelantikan wakil rakyat ini terus bergerak. Setelah Kota Mataram, tiga kabupaten di Pulau Lombok, masing-masing Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Utara akan dilantik tanggal 11 Agustus.

Tanggal 19 Agustus gerbong pelantikan bergerak ke Kabupaten Sumbawa Barat dan tanggal 24 Agustus di Kabupaten Sumbawa. Memasuki Bulan September, tepatnya tanggal 1 september  pelantikan diawali dari udayana. Setelah pelantikan anggota DPRD Provinsi NTB, berturut-turut tanggal 24 dan 25 September, giliran anggota DPRD Kota Bima dan anggota DPRD Kabupaten Bima mengucapkan sumpah dan janji. Rangkaian gerbong pelantikan wakil rakyat ini akan berakhir tanggal 28 September dengan pelantikan anggota DPRD Kabupaten Dompu.

Dengan telah bergantinya komposisi wakil rakyat yang duduk di DPRD kabupaten/kota bahkan Provinsi NTB, tentu cukup banyak harapan yang digantungkan masyarakat kepada mereka. Terutama bagaimana anggota dewan yang notabene merupakan representasi dari masyarakat, mampu menyuarakan berikut memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Karena sudah barang tentu selama pencalegan, sejumlah janji muluk diucapkan untuk merebut simpati masyarakat. Kini setelah pelantikan, masyarakat tentu akan menuntut bagaimana Dewan bisa memenuhi janji kampanyenya itu. Adalah sesuatu yang wajar dan tidak berlebihan manakala masyarakat banyak tuntutan kepada wakil rakyat. Sebab, karena suara dari rakyatlah mereka bisa duduk di kursi empuk dewan.

Meski seolah mentradisi, namun masyarakat tetap berharap anggota DPRD kabupaten/kota maupun DPRD Provinsi NTB, dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik dari angota dewan periode 2009 – 2014. Selama ini, tidak sedikit catatan kekecewaan masyarakat terhadap sepak terjang para wakil mereka yang duduk di parlemen. Ada yang terlena sehingga lupa tujuan awal mereka duduk di dewan adalah untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Anggota dewan terkesan lebih suka ‘’jalan-jalan’’ ke luar daerah yang dikemas dengan nama kunjungan kerja ataupun bimbingan teknis, ketimbang mendengarkan keluh kesah masyarakat. Padahal anggota dewan digaji dari uang rakyat, maka sudah sepatutnyalah dewan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Tidak hanya itu, bahkan untuk membahas anggaran-anggaran untuk kepentingan masyarakat, dewan kerap mempertontonkan kinerja yang kurang baik. Mulai dari datang terlambat sehingga rapat parpipurna molor dan hal-hal lainnya.

Dalam pembahasan anggaran misalnya, dewan harus mendorong bagaimana mewujudkan anggaran yang pro rakyat. Selama ini, hampir di semua daerah, postur APBD belum berpihak pada rakyat. Ini yang harus diperjuangankan dewan baru, Jangan hanya memperjuangkan hak dewan saja. (*)

Komentar