Aset Harus Ditertibkan



ASET tanah pecatu Kota Mataram yang menjadi temuan BPK akibat pengelolaan tanah pecatu itu yang diduga dikelola tidak baik oleh Pemkot Mataram mendapat perhatian serius DPRD Kota Mataram. Wakil Ketua DPRD Kota, Muhtar, SH., kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (26/9) menegaskan, keberadaan tanah pecatu di Mataram harus ditertibkan.

‘’Karena aset adalah salah satu penyebab Kota Mataram sampai saat ini belum mendapat opini yang baik (WTP, red) dari BPK,’’ tutur Muhtar yang dikonfirmasi saat berkunjung ke Harian Suara NTB, Jumat kemarin. Opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian) yang diperoleh Kota Mataram karena memang dianggap masih ada yang kurang baik oleh BPK.

Muhtar mengatakan, memang tidak sedikit kabar yang beredar bahwa masih ada tanah pecatu Kota Mataram yang dikelola oleh orang per orang dan tidak dilaporkan. ‘’Ini perlu diperbaiki,’’ cetusnya. Kedepan, dengan telah terbentuknya BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Kota Mataram politisi Gerindra ini berharap Mataram bisa terlepas dari opini WDP dan memperoleh WTP.

‘’Kalau sampai ini akan diulangi lagi ya paling tidak bapak-bapak yang duduk di sana (BPKAD, red) perlu dievaluasi kembali,’’ pintanya. Dalam hal ini, dibutuhkan adanya ketegasan dari kepala daerah supaya hal itu tidak terulang kembali. Muhtar mengapresiasi progres yang dilakukan BPKAD dalam rangka menertibkan aset Kota Mataram yang diklaim telah mencapai 90 persen.

Mencapai WTP, sambung Muhtar, bisa dikatakan sudah menjadi cita-cita Kota Mataram. Semua elemen di Kota Mataram mulai tingkat tertinggi sudah melakukan perubahan-perubahan yang baik untuk mencapai WTP. Terkait temuan aset bermasalah, Dewan, katanya, sudah membangun kesepahaman dengan eksekutif pada saat melakukan pembahasan KUA PPAS.

‘’Mana yang menjadi piutang-piutang pemerintah yang sudah melebihi jangka waktu, ya supaya ditertibkan,’’ demikian Muhtar. Paralel dengan itu, terkait usulan eksekutif nantinya dalam meminta persetujuan penghapusat aset Kota Mataram dengan nilai Rp 5 miliar ke atas, Dewan akan melakukan kajian mendalam. ‘’Jadi tidak bisa langsung dihapus, harus kita kaji dulu,’’ tandasnya. (fit)

Komentar