Copot Lurah Nakal



PERNYATAAN tegas dilontarkan Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, I Gde Sudiarta. Dalam pertemuan silaturahmi dengan sembilan SKPD, baik dinas, badan maupun bagian yang menjadi bidang tugas komisi I, ia menyerukan supaya lurah nakal dicopot dari jabatannya. Menurutnya, kalau ada lurah yang tidak pro dengan masyarakat, maka perlu dipikirkan kembali ke depan.

‘’Kalau oknum lurah sudah melakukan hal-hal di luar peraturan perundang-undangan, ya silahkan saja diganti. Buat apa kita pertahankan orang seperti itu,’’ terangnya. Apalagi misalnya, kalau sudah ada oknum lurah yang berani menarik pungutan kepada masyarakat, harus diberikan tindakan tegas.

Menurut Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram ini, Kepala Daerah tidak perlu banyak pertimbangan manakala ingin mencopot oknum lurah nakal. Toh, lanjut Gde Sudiarta, masih banyak SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas di kalangan pegawai lingkup Pemkot Mataram. ‘’Jangan karena malu atau faktor kedekatan atau pernah ditugaskan jadi apa oleh eksekitif, jadi tidak ada pertimbangan-pertimbangan seperti itu,’’ terangnya.

Kedepan, Pemkot Mataram diminta harus benar-benar mampu menempatkan SDM yang tepat guna menyelesaikan program-program demi masyarakat Kota Mataram. Bukan di kelurahan saja, Gde Sudiarta juga menyoroti SDM di jajaran Sekretariat DPRD Kota Mataram. ‘’Kalau yang sudah tidak produktif. Artinya yang sudah tidak mampu jangan dipakai,’’ pintanya.

Dewan, lanjut Gde Sudiarta dalam melaksanakan tugas-tugas kedewanan membutuhkan SDM yang potensial dan tentunya paham dengan tugas-tugas anggota Dewan. Ia mencontohkan pada waktu kunjungan, agar pegawai yang ditugaskan mendampingi Dewan supaya benar-benar mencatat semua hal yang akan didiskusikan atau dikonsultasikan.

Komisi I, katanya, telah menegaskan kepada pihak BKD dan bahkan akan menyampaikan kepada Walikota Mataram agar Dewan diberikan fasilitas SDM yang jelas kapasitasnya. ‘’Jangan kami (Dewan, red) dikasi yang sisa-sisa,’’ tandasnya. Artinya, di Sekretariat DPRD Kota Mataram memang banyak SDM, akan tetapi yang produktif hanya beberapa orang saja.

Penempatan SDM yang tidak berkualitas sebagai pendamping, sebut Gde Sudiarta sangat mengganggu tugas-tugas kedewanan. (fit)

Komentar