Taman-taman di Mataram ‘’Dikuasai’’ PKL
Mataram
(Suara NTB) –
Hampir
semua taman yang ada di Kota Mataram ‘’dikuasai’’ PKL. Nyaris tidak ada taman
yang bebas dari PKL. Kondisi ini dituding akibat adanya pembiaran dari Pemkot
Mataram. ‘’Kalau sudah seperti ini kondisnya, agak sulit ditertibkan,’’ kata
Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska kepada Suara NTB.
Wiska
mengatakan, menjamurnya PKL menyerbu taman-taman yang dibuat oleh Pemkot
Mataram, tidak terlepas dari sikap tidak tegas yang ditunjukkan SKPD terkait. Ada
dua SKPD yang terkait dengan PKL yang berjualan di taman-taman. Pertama, Dinas
Pertamanan sebagai SKPD yang mengelola masalah taman. Kedua, Dinas Koperindag
(Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan) Kota Mataram, sebagai pihak yang
menaungi para pedagang, termasuk PKL.
Sayangnya,
dua SKPD itu nampaknya belum satu kata dalam menertibkan PKL khususnya yang
berjualan di taman-taman. Buktinya, jika dulu, hanya Taman Udayana yang
dimanfaatkan untuk berjualan oleh PKL. Sekarang, semua taman ‘’wajib’’ diisi
PKL. Seperti Taman Adipura depan Lapangan Malomba Ampenan dan Taman Selagalas
yang notabene merupakan ruang terbuka hijau, tidak luput menjadi sasaran PKL.
Menurut
Wiska, secara estetika, tidak bagus kalau ada PKL berjualan di taman. Pasalnya,
untuk biaya perawatan taman, cukup besar. Ulah PKL yang berjualan di taman,
tidak jarang mengabaikan keasrian taman tersebut. Sehingga, ketika digunakan
untuk berjualan, ada rumput yang rusak berikut tanaman lainnya. ‘’Memang taman
itu tidak menghasilkan PAD. Tapi, kalau mau melihat kota yang nyaman, maka
tamannya harus dipercantik,’’ tandasnya.
Menertibkan
PKL di taman, demikian anggota Dewan dapil Sandubaya ini, tidak bisa dilakukan
sendiri-sendiri, baik oleh Pertamanan maupun Koperindag. Keduanya (Pertamanan
dan Koperindag, red) harus bersinergi. Bila perlu lakukan dialog dengan para
PKL. ‘’Sambil makan-makanlah biar santai,’’ sarannya. Jika dengan upaya secara
halus para PKL tetap tidak mau beranjak dari taman itu, maka upaya tegas harus
dilakukan. ‘’Tegas tidak mesti main keras,’’ cetusnya karena bagaimanapun PKL
juga butuh hidup. (fit)
Komentar