Digerogoti dari Dalam



Pertamanan Ungkap Dugaan Permainan Pajak Reklame


Mataram (Suara NTB) -
Aroma kebocoran pajak reklame makin jelas. Pengakuan dari Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram H. Kemal Islam dalam rapat kerja dengan Komisi III DPRD Kota Mataram, Sabtu (20/9) mengungkapkan adanya permainan oknum pegawai di internal Dinas Pertamanan.

Ulah oknum-oknum di internal Dinas Pertamanan Kota Mataram, diakui Kemal Islam menggerogoti PAD Kota Mataram dari sektor pajak reklame. Ulah nakal oknum di Dinas Pertamanan itu, katanya, membuat target pajak reklame sebesar Rp 1,9 miliar pada tahun 2014 ini, sulit tercapai.

Ini terbukti dari data capaian PAD yang diserahkan Dinas Pertamanan Kota Mataram kepada Komisi III DPRD Kota Mataram. Dari target pajak reklame Rp 1,9 miliar tahun 2014, sampai Bulan Agustus baru tercapai 40,09 persen atau Rp 932.674. Pengganti H. Makbul Ma’shum ini menyampaikan segera menyikapi kondisi tersebut. Bahkan, Kemal Islam bertekad akan ‘’bersih-bersih’’ di internal Dinas Pertamanan.

Seperti diketahui, belakangan ini Dinas Pertamanan mulai menunjukkan ketegasannya terkait reklame-reklame nunggak pajak. Sejumlah papan reklame terpaksa dipotong lantaran menunggak pajak bertahun-tahun. Namun langkah tegas dan percepatan yang dilakukan Dinas Pertamanan dibawah kepemimpinan Kemal Islam bukan tanpa hambatan.

Justru, ketika pihaknya hendak melakukan penertiban papan reklame tertentu, tidak jarang terhalang oleh larangan dari pihak-pihak diatasnya. Tidak itu saja, kemal islam mencontohkan ketika pihaknya akan menertibkan reklame milik salah satu hotel di Mataram, pemilik hotel itu menghalangi pihaknya. Pemilik hotel menunjukkan kwitansi izin pemasangan reklame yang diduga diterbitkan oleh oknum pegawai Dinas Pertamanan.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, SPt kepada Suara NTB di ruang kerjanya, mengatakan, pihaknya mengapresiasi keberanian Kepala Dinas Pertamanan mengungkapkan kondisi di internal Dinas Pertamanan yang baru beberapa bulan dijabatnya. ‘’Kebocoran itu memang dari internal mereka,’’ cetusnya. Komisi III, lanjut Wiska akan melakukan sidak ke Dinas Pertamanan untuk melihat secara langsung bagaimana kinerja pegawai-pegawai lingkup Dinas Pertamanan. (fit)

Komentar