Zakat Profesi Dinilai Kurang Sosialisasi
Mataram
(Suara NTB) –
Pemberlakuan
zakat profesi bagi PNS golongan II, III dan IV berikut anggota Dewan, mendapat
apresiasi positif dari kalangan Dewan. Meski rata-rata anggota Dewan setuju
dengan adanya zakat profesi sebesar 2,5 persen, hanya saja pemberlakuannya
dinilai kurang sosialisasi, sehingga dikhawatirkan menimbulkan masalah di
belakang hari.
Anggota
DPRD Kota Mataram, Ahmad Azhary Ma’aruf kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Jumat (19/9) mempertanyakan apa
dasar pemberlakuan zakat profesi. ‘’Nanti ngeremon
PNS-PNS ini. Zaman sekarang 2,5 persen tidak main-main untuk ukuran PNS,’’
ucapnya. Jangan sampai, lanjutnya, kebijakan ini memicu instabilitas. ‘’Sudah
ada contohnya di Lombok Timur,’’ sebutnya.
Politisi
Hanura ini khawatir bakal terjadi penolakan besar-besaran lantaran minimnya
sosialisasi pemberlakuan zakat profesi tersebut. Terutama kalangan guru.
Dikatakan Ahmad Azhary Ma’aruf, perlu kajian mendalam sebelum diberlakukannya
zakat profesi ini. ‘’Ikhlas ndak orang-orang itu dipotong gajinya untuk bayar
zakat profesi,’’ tanyanya.
Kecuali,
sambungnya, kalau zakat profesi itu dimasukkan sebagai zakat mal, sehingga
dibayarkan setahun sekali. ‘’Intinya saya setuju tapi perlu dikaji ulang,
jangan sampai ada penolakan,’’ demikian Ahmad Azhary Ma’aruf. Ia menambahkan,
kalau zakat profesi itu dikelola dengan baik, dapat membantu kemampanan
perekonomian masyarakat yang masih tergolong miskin.
Sementara
itu, Fuad Sofian Bamasaq, SH., mengaku sangat setuju dengan pemberlakuan zakat
profesi. Alasannya, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. ‘’Kalau
untuk masyarakat, kenapa mesti menolak. Anggap saja sedekah,’’ cetus anggota
Komisi I DPRD Kota Mataram ini. Apalagi pengelolaan zakat profesi diarahkan
untuk pengentasan kemiskinan di Kota Mataram.
Senada
dengan Fuad, dua anggota Dewan lainnya, Abdul Malik, S.Sos., dan Rangga Danu
Meinaga Adhitama, SH., juga mengapresiasi positif pemberlakuan zakat profesi. ‘’Kalau
untuk kemaslahatan umat, pada prinsipnya kami setuju,’’ tandas Malik. (fit)
Komentar