‘’Kalau
tidak ada, harus segera diisi,’’ pinta politisi PAN ini. Suriadi mewanti-wanti
Dinas Kesehatan selaku SKPD yang membawahi 10 puskesmas yang ada di Mataram agar
segera menyikapi kondisi tersebut. Jangan sampai, lanjutnya, kondisi tersebut
mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Mengingat kunjungan masyarakat ke
puskesmas cukup signifikan setiap hari.
Sebagai
mitra eksekutif, demikian Suriadi, Dewan melalui Komisi IV yang salah satunya
membidangi masalah kesehatan, akan berupaya mengingatkan Dikes Kota Mataram agar
secara bertahap mampu mencapai perbandingan rasio antara dokter dengan penduduk
yang terbilang proporsional. Pasalnya, seperti diketahui, saat ini Mataram
dalam kondisi kekurangan tenaga medis , terutama dokter.
Menurut
anggota Fraksi Partai Golkar ini, ada dua opsi untuk mensiasati nihilnya dokter
di Puskesmas pagesangan dan Puskesmas Selaparang. Dikes harus mem-Plt-kan
jabatan bersangkutan supaya pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Jika
tidak dengan cara Plt, solusi jangka pendek lainnya yang ditawarkan Suriadi,
pasien-pasien yang berobat ke dua puskesmas bersangkutan harus dirujuk ke
fasilitas kesehatan lainnya seperti rumah sakit.
Ia
berharap formasi CPNS yang didapatkan Pemkot Mataram sebanyak 59 formasi,
dimana 21 diantaranya tenaga medis, dapat menjawab kekurangan tenaga medis di
Kota Mataram. terutama mengisi kekosongan dokter di dua puskesmas tersebut.
Seperti
diketahui, Dikes Kota Mataram meminta kepada Pemkot Mataram, agar
memprioritaskan tenaga medis dalam penerimaan CPNS lingkup Pemkot Mataram.
Pasalnya, dari 10 puskesmas di Kota Mataram, masih ada dua puskesmas yang tidak
memiliki dokter. Dua puskesmas yang masih belum memiliki dokter tersebut yakni
Puskesmas Pagesangan dan Puskesmas Selaparang. Kosongnya dokter itu pun, karena
memang ada yang melanjutkan pendidikan atau studi dan dipromosikan untuk
mengisi jabatan struktural di rumah sakit. (fit)
Komentar