RENCANA
Pemprov NTB membangun MBC (Meat Business
Center), nampaknya cukup berprospek. NTB dengan salah satu program
unggulannya, yakni BSS atau Bumi Sejuta Sapi, tentu akan sangat matching dengan rencana membangun MBC. Melihat
tingginya populasi sapi di NTB, pusat pengolahan daging ini tentu tidak perlu
khawatir bakal kekurangan bahan baku.
Agar
mampu memberi dampak signifikan, MBC sejatinya harus dikelola secara
profesional dan berorientasi bisnis. Sebab, ke depan, minat masyarakat terhadap
daging hasil olahan bisa jadi makin tinggi. Ini terlihat dari maraknya makanan
yang dijual mulai dari supermarket, toko, warung hingga PKL, menggunakan bahan
dasar daging olahan. Bakso misalnya. Makanan yang satu ini, mempunyai banyak penggemar.
Dari orang tua hingga anak-anak.
Ini
bisa menjadi pintu masuk bisnis daging olahan itu nantinya. Tidak hanya bakso,
produk daging olahan lainnya yaitu sosis. Seperti halnya bakso, sosis juga
sedang digandrungi masyarakat. Dengan potensi pasar yang cukup menjanjikan,
diharapkan mampu menjadi motivasi bagi MBC untuk mengembangkan bisnis
pengolahan daging itu.
Sukses
MBC ke depan, membutuhkan keseriusan dan kerja keras Disnakeswan NTB selaku
pengelola pusat olahan daging tersebut. Rencana membangun showroom untuk memasarkan berbagai produk olahan daging, sangat
penting. Keberdaan showroom ini dapat
menjadi wadah bagi MBC untuk memperkenalkan produk mereka secara luas.
Selain
showroom, MBC juga perlu diperkenalkan melalui berbagai media. Baik media cetak
maupun elektronik. Jangan sampai MBC hanya dikenal di kalangan tertentu saja.
Semua kalangan harus tahu dan mengenal MBC. Bila perlu, semua produk olahan
daging yang beredar di daerah ini, merupakan hasil dari MBC. MBC harus mampu
bersaing dengan produk olahan daging yang berasal dari luar daerah.
Karena
seperti diketahui, hampir semua produk olahan daging, baik daging sapi maupun
daging ayam dengan merek terkenal, berasal dari luar NTB. MBC bisa saja
mencotoh pemasaran yang dilakukan produk lainnya. Salah satunya dengan
beriklan. MBC harus berpikir maju untuk mengembangkan bisnis tersebut.
Cara-cara pemasaran maupun sosialisasi secara manual, sudah harus ditinggalkan.
Selain
pemasaran, kualitas produk olahan daging juga harus betul-betul terjaga. Jangan
sampai, setelah produk olahan daging dikenal masyarakat, kualitasnya justru
menurun. Dengan berbagai peralatan yang dimiliki, mestinya MBC tak harus
menunggu lama untuk beroperasi. Jika dikelola dengan baik, bukan mustahil, MBC
itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menambah pendapatan asli
daerah. Bila perlu semua pedagang bakso menggunakan produk MBC. Demikian pula
dengan sosis yang disukai anak sekolah, bila perlu merupakan produk dari MBC.
(*)
Komentar