ALIH
fungsi MCC (Mataram Craft Center)
yang merupakan salah satu aset Pemkot Mataram mengundang reaksi kalangan
politisi Lingkar Selatan. Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Zaini
misalnya, pascakomisi yang dipimpinnya definitif, pihaknya akan meminta
penjelasan kepada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang mengelola MCC.
‘’Kita
akan tanya, awal niatan MCC itu untuk apa dan kenapa sekarang jadi begitu,’’
ujarnya menjawab Suara NTB kamis
(4/9). Komisi yang membidangi masalah ekonomi dan keuangan ini, akan mencari
tahu apa penyebab MCC dialihfungsikan, baik sebagai tempat pendaftaran umroh
dan haji, lembaga PAUD maupun tempat penjualankomputer.
Menurut
mantan Ketua DPRD Kota Mataram ini, pemanfaatan aset daerah harus jelas ujung
pangkalnya. ‘’Pemanfaatan aset ini tidak boleh sembarangan,’’ cetusnya.
Terlebih saat ini sudah ada SKPD yang khusus mengurus masalah aset yakni BPKAD
(badan Keuangan dan Aset Daerah).
Seperti
diketahui, beralih fungsinya sentra kerajinan mutiara atau dikenal MCC di
Pagesangan Kota Mataram, menjadi taman pendidikan anak usia dini (PAUD) dan
kantor jasa umroh dan haji, mendapat perhatian dari Wakil Walikota Mataram, H.
Mohan Roliskana. Ia menginstruksikan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan
(Diskoperindag) mengkaji ulang peruntukan bangunan tersebut. (fit)
Komentar