Serahkan ke SKPD Lain



KALANGAN Dewan nampaknya mulai habis kesabaran melihat capaian retribusi parkir tepi jalan umum. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., misalnya. Melihat dari capaian hingga triwulan ketiga, Politisi PKPI ini menyakini target retribusi parkir tepi jalan umum sulit tercapai.

Kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu (24/9), Misban mengungkapkan, kalau tahun 2014 ini, Dishub lagi-lagi tidak mampu mencapai target retribusi parkir tepi jalan umum, maka genap lima kali SKPD yang mengelola parkir tepi jalan ini tidak gagal mencapai target. Padahal, tidak sedikit langkah yang konon telah ditempuh Dishub untuk mengejar target retribusi parkir tepi jalan umum itu.

Namun demikian, Misban menolak jika tidak tercapainya target retribusi parkir tepi jalan umum sebagai bentuk kegagalan Dishub. ‘’Kalau orang gagal itu pasti ada sebabnya. Tetapi ini, sepertinya ada kesengajaan,’’ ungkapnya. Kondisi ini, demikian Misban, harus cepat direspon oleh kepala daerah. Kalau memang Dishub tidak mampu mengelola retribusi parkir tepi jalan umum, Misban menyarankan kepada kepala daerah untuk menyerahkan pengelolaan retribusi parkir tepi jalan umum ke SKPD lain.

Ketua Fraksi Keadilan ini yakin, selain Dishub, masih banyak SKPD yang lebih mumpuni mengelola retribusi parkir tepi jalan umum. Tidak tercapainya target retribusi parkir tepi jalan umum, sambung Misban, tidak terlepas dari kebocoran yang terjadi. Kebocoran retribusi ini, selain karena masih maraknya juru parkir liar, juga karena tidak jujurnya pihak pengelola parkir.

Ketidakjujuran pengelola titik parkir terlihat dari praktik di lapangan. Masyarakat yang menggunakan jasa parkir tepi jalan umum yang resmi dikelola oleh juru parkir, sering tidak mendapat karcis parkir. Dewan telah menyarankan kepada Dishub untuk melakukan langkah-langkah inovatif untuk menekan kebocoran.

Pasalnya potensi parkir tepi jalan umum, seperti halnya di kota-kota lain, terbilang sangat besar. ‘’Kita pernah sarankan Dishub buatkan spanduk. Apabila anda tidak mendapat karcis parkir, jangan membayar,’’ terangnya. Bahkan saran ini sudah disampaikan saat Dishubkominfo masih dipimpin oleh Anis Masyhur. Sayangnya, saran ini tidak didengar. Padahal di daerah-daerah lain, cara yang sama cukup efektif mengatasi kebocoran parkir. (fit)

Komentar