Komisi
IV Sorot Pelayanan dan Kebersihan UGD
Mataram
(Suara NTB) –
Komisi
IV DPRD Kota menyoroti pelayanan yang diberikan pihak RSUD Kota Mataram,
terutama di UGD (Unit Gawat Darurat). Selain pelayanan, kebersihan UGD juga
demikian. Sorotan ini terungkap dalam sidak (inspeksi mendadak) Komisi IV ke RSUD
Kota Mataram, Jumat (12/9).
Ketua
Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir, S.Kep., yang dikonfirmasi usai sidak
mengaku, dua hari lalu, pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang mengeluhkan
pelayanan di rumah sakit tipe B tersebut. ‘’Intinya, kami Komisi IV ingin orang
sakit dilayani dengan baik,’’ ujarnya. Tiba di RSUD Kota Mataram komisi IV
menemui beberapa pasien dan menanyakan seperti apa pelayanan yang mereka terima
di sana.
Memang,
ada yang puas dan tidak puas. Tapi rata-rata, lanjut Muhir, masyarakat puas
dengan pelayanan RSUD Kota Mataram. Menurutnya, kesan pelayanan kurang baik
yang diterima masyarakat lantaran pada hari itu pasien membludak sehingga
berdampak kurang bed. Ia menegaskan, pelayanan
di UGD harus diutamakan. Baik pelayanan kepada pasien maupun pelayanan
kebersihannya. UGD merupakan baromoter pelayanan di sebuah rumah sakit. Kalau
UGD tidak baik, ia menyakini pelayanan yang lainnya juga tidak akan baik.
‘’Jangan
dulu tanya uang, bantu dulu,’’ pintanya. Muhir menyarankan tenaga medis harus
selalu memberi senyuman kepada pengunjung rumah sakit yang sudah berstatus BLUD
(Badan Layanan Umum Daerah) itu. ‘’Sentuh hati pasien,’’ imbuhnya. Menyikapi
kunjungan Komisi IV, Direktur RSUD Kota Mataram, dr. HL. Herman Mahaputra
menyampaikan kendala-kendala yang masih dihadapi RSUD Kota Mataram.
Diantaranya
peningkatan SDM dan peralatan. Misalnya alat pendeteksi gagal ginjal kronik dan
alat CT scan. Saat ini, RSUD Kota Mataram memiliki empat alat pendeteksi gagal
ginjal kronik. Sedangkan untuk CT scan, direktur RSUD Kota Mataram diminta
mengupayakan supaya alat tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat dengan harga
murah. ‘’Alat CT scan ini memang mahal, tapi bagaimana rumah sakit membuat alat
ini menjadi murah,’’ tandasnya.
Hal
ini supaya ada unggulan program untuk masyarakt miskin. Termasuk pembangunan
ruang rawat klas III. Sidak itu dipimpin Ketua Komisi IV, H. Muhir, Wakil Ketua
Komisi IV Herman AMd, Sekretaris Komisi IV I Nyoman Yogantara dan satu orang
anggota Komisi IV I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, SE. (fit)
Komentar