Sikapi SKPD Berkinerja Rendah



SOROTAN kalangan legislatif terhadap rendahnya kinerja beberapa SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) nampaknya cukup beralasan. Pasalnya hingga menjelang berakhirnya triwulan III, masih ada beberapa SKPD yang capaiannya bisa dikatakan dibawah capaian ideal yang terukur pada triwulan bersangkutan.

Adalah Drs. HM. Zaini, Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram menyoroti lambannya beberapa SKPD melaksanakan programnya. Padahal, DPRD Kota Mataram seperti diungkapkan mantan Ketua DPRD Kota Mataram tersebut, telah mengetok APBD Kota Mataram tepat waktu. Dengan ditetapkannya APBD tepat waktu, diharapkan program-program kerja SKPD seperti diusulkan dalam APBD, dalam terlaksana dengan tepat waktu dan target yang terukur.

Sayangnya, fenomena SKPD tidak mampu melaksanakan programnya sendiri dengan waktu dan target yang terukur, tidak terjadi tahun ini saja. Tahun sebelumnya, kasus yang sama juga mengemuka. Sehingga tidak heran kalau banyak kalangan yang merasa gregetan terhadap sikap Pemkot Mataram yang masih saja mempertahankan pejabat yang tidak cakap.

Wajar kalau akhirnya kalangan legislatif meminta pejabat yang tidak mampu, mengundurkan diri dari jabatannya. Celakanya, tidak banyak pejabat yang legowo mundur ketika SKPD yang dipimpinnya tidak mampu mencapai target. Bahkan, tidak sedikit pula pejabat yang merasa mampu, tetapi dalam pelaksanaan programnya kurang memuaskan.

Sikap Walikota Mataram yang masih bertahan dengan pembantu-pembantu berkinerja rendah sangat disayangkan di tengah gaung percepatan pembangunan yang selalu dilontarkan di mana-mana. Secara logika, akan sulit Pemkot Mataram mewujudkan percepatan pembangunan, manakala pejabat-pejabat di lingkaran Walikota Mataram, kurang cerdas menterjemahkan makna percepatan pembangunan yang diinginkan kepala daerah.

Setiap kepala daerah pasti berlomba-lomba membuat daerah yang dipimpinnya menjadi lebih maju. Untuk mencapai kemajuan-kemajuan tersebut, dibutuhkan SDM yang tidak asal ada. Memang, rendahnya capaian di beberapa SKPD disebabkan banyak faktor. Selain SDM, juga mungkin saja akibat perencanaan yang tidak matang sehingga program yang telah direncanakan jauh-jauh hari tidak terlaksana dengan baik.

Hal-hal demikian mestinya menjadi bahan pertimbangan bagi kepala daerah dalam memilih pembantu-pembantunya. Apalagi, Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja semua SKPD. Evaluasi ini diharapkan, evaluasi yang sungguh-sungguh dilandasi profesionalisme. Karena evalusi seperti itu sebetulnya sudah sering dilakukan Pemkot Mataram tapi tidak berujung reformasi jajaran birokrasi.

Jika tidak ada keberanian mengambil langkah tegas terhadap SKPD-SKPD yang lamban, niscaya Kota Mataram akan mencapai kemajuan yang diimpikan dalam waktu yang lama. (*)

Komentar