Tak Mampu Laksanakan Program, Pimpinan SKPD Sebaiknya Mundur



Mataram (Suara NTB) –
Pemkot Mataram disarankan segera mengambil langkah tegas menyikapi serapan anggaran di beberapa SKPD yang diduga tidak mencapai target. Tidak tercapainya target serapan anggaran menunjukkan ketidakmampuan pimpinan SKPD bersangkutan. Demikian dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Drs. H. Muhammad Zaini kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Sabtu (13/9).

‘’Kalau mereka (pimpinan SKPD, red) tidak mampu lebih baik mundur saja dari jabatannya,’’ saran mantan Ketua DPRD Kota Mataram ini. Menurut Zaini, mengapa serapan anggaran tidak sesuai target karena ada kebiasaan SKPD melaksanakan program di penghujung tahun. Padahal, anggaran yang diberikan untuk semua SKPD sudah melalui pembahasan yang cukup panjang, berdasarkan program-program yang telah mereka usulkan.

‘’Program sudah ada, anggaran sudah ada, ya tinggal dilaksanakan saja. Kecuali ada force major karena ada bencana alam dan sebagainya, itu mungkin bisa ditolerir,’’ terangnya. Zaini khawatir kalau program dilaksanakan pada akhir tahun anggaran, hasilnya tidak akan maksimal. Ditambah lagi pengawasan yang kurang maksimal karena rentang waktu yang singkat.

Kelambanan beberapa SKPD ini, sambung Zaini, jelas bertolak belakang dengan percepatan pembahasan anggaran yang dilakukan Dewan tanpa mengurangi nilai-nilai program yang telah diusulkan. Apalagi APBD Kota Mataram ditetapkan tepat waktu. Ini dimaksudkan agar pelaksanaan program-program yang diusung SKPD juga bisa tepat.

Kalau ada persoalan yang menghambat, mestinya harus segera diselesaikan. Mengingat, tahun anggaran ini sudah berada di penghujung triwulan tiga. ‘’Jangan lelet gitulah. Sekarang internet saja kalau lelet ditinggalkan,’’ ujarnya mengalogikan. Pimpinan SKPD yang lamban, kata Zaini, perlu menjadi pertimbangan kepala daerah untuk menempatkan pembantu-pembantunya.

‘’Kita di DPR ini sekarang ngebut, kita harapkan juga eksekutif juga mengimbangi kerja kita ini,’’ pungkasnya. Karena, kalau anggaran sudah ditetapkan tetapi program tidak dilaksanakan, maka otomatis anggaran tersebut akan kembali ke kas daerah. ‘’Ini sangat kita sayangkan,’’ cetusnya. Sementara di sisi lain banyak SKPD lainnya yang juga membutuhkan anggaran. Oleh karena itu, Dewan meminta melaksanakan program yang anggarannya telah ditetapkan di APBD.

Pimpinan SKPD diminta lebih cerdas menterjemahkan percepatan pembangunan yang selama ini digaungkan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. (fit)

Komentar