Urus Akte Kelahiran, Masyarakat Harus Dipermudah



Mataram (Suara NTB) –
Pentingnya Akte kelahiran makin dirasakan oleh masyarakat. Pendaftaran siswa baru misalnya, mutlak mensyaratkan adanya akte kelahiran. Namun di pengurusannya, masyarakat kerap menemui kesulitan.

Seperti diungkapkan Sekretaris Komisi I DPRD Kota Mataram, Hj. Kartini Irwarni, SPd. ‘’Masyarakat ingin buat akte kelahiran. Katanya gratis. Tapi di sisi lain masyarakat diminta persyaratan yang tidak bisa dipenuhi,’’ terangnya. Politisi PKB ini mengatakan, ia pernah mendapat pengaduan dari masyarakat yang kesulitan membuat akte kelahiran bagi anaknya.

Kesulitannya karena warga yang hendak membuat akte kelahiran ini telah menjadi janda akibat suaminya meninggal. Mekanisme isbat nikah jelas tidak mungkin dilaksanakan. ‘’Ada tidak caranya agar masyarakat yang seperti ini dipermudah,’’ pinta Kartini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram, Drs. H. Ridwan menegaskan, ada spesifikasi khusus dalam menerbit akte kelahiran. ‘’Kita tidak bisa keluar dari aturan main yang ada,’’ ujarnya. Masalah ini, sambung Ridwan, sebetulnya telah didiskusikan supaya diakomodir dalam peraturan perundang-undangan.

Menurut Ridwan, masyarakat banyak yang tidak punya akte akibat tidak tercatat pada petugas pencatatan. Namun ke depan akan ada akte pengakuan anak dan ada akte ibu bapak. ‘’Tapi aturannya belum keluar,’’ cetusnya. Karena belum ada aturan yang membenarkan terkait kepemilikan akte kelahiran dalam kasus tersebut, Ridwan mengakui itu menjadi PR bagi pihaknya.

Program terkait akte kelahiran, saat ini Dukcapil Kota Mataram sedang memproses 600 pasangan isbat nikah. Selain itu, masih tersisa 150 pasangan. ‘’Kita ini sedang melakukan pelayanan jemput bola,’’ akunya. Tetapi, untuk melaksanakan isbat nikah, harus memenuhi persyaratan. Antara lain, pasangan yang akan melakukan isbat nikah adalah pasangan yang telah menikah diatas 10 tahun. Dan, isbat nikah untuk pernikahan pertama. ‘’Isbat nikah ini tidak berlaku untuk pernikahan kedua, ketiga dan keempat,’’ sebutnya. (fit)

Komentar