Dishub Ajak Tim Pengendalian dan Pengawasan Bongkar Mafia Parkir
Mataram (Suara
NTB) –
Potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Mataram bocor dimana-mana seolah menjadi hal yang
lumrah. Tidak hanya dugaan bocornya pajak reklame di Dinas Pertamanan, Dishubkominfo
Kota Mataram juga mengakui bocornya potensi parkir tepi jalan umum. Kebocoran
potensi parkir tepi jalan umum ini teridentifikasi dilakukan mafia parkir di Kota
Mataram.
Demikian diakui Kepala Dishubkominfo Kota Mataram, Drs.
H. Khalid saat memimpin rapat bersama tim pengendalian dan pengawasan parkir Kecamatan
Sekarbela dan Ampenan di Kantor Camat Ampenan, Sabtu (4/10). Menurutnya, pengelolaan
retribusi parkir tepi jalan umum di Mataram, cukup dilematis. Potensinya bagus,
akan tetapi target selalu tidak tercapai.
Tahun 2014 misalnya. Dari target Rp 1,35 miliar, Dishubkominfo
melalui UPTD perparkiran baru bisa mencapai Rp 800 juta. Khalid mengungkapkan,
kenapa target parkir seringkali tidak mampu dicapai, karena memang banyak kendala
yang dihadapi di lapangan. ‘’Ada oknum yang memperjualbelikan lahan parkir. Di Mataram
ini ada bos parkir yang mungkin kerjanya hanya tidur di rumah bisa dapat
penghasilan melebihi camat bahkan kepala dinas. Malah dia punya pegawai sampai
20 orang,’’ bebernya.
Selain mafia parkir, kebocoran retribusi parkir juga
dihantui adanya praktik parkir liar di sejumlah titik di Mataram. Karenanya ia
mengajak tim pengendalian dan pengawasan perparkiran membongkar mafia parkir
yang ada di Kota Mataram. ‘’Kita akan berupaya sekuat tenaga bersama tim,’’
kata khalid. Dengan gerakan bersama, ia yakin PAD dari retribusi parkir tepi
jalan umum akan tercapai.
Khalid menggambarkan,
banyak potensi parkir di wilayah Ampenan dan Sekarbela tidak tergarap. Seperti
eks Pelabuhan Ampenan. Seringkali jukir di eks Pelabuhan Ampenan menolak diberi
Rp 2.000, padahal, akunya, tidak satu rupiah pun masuk ke kas daerah. Khusus di Ampenan,
terdapat 73 titik parkir. Demikian pula dengan parkir di Taman Loang Baloq dan Taman Selagalas.
‘’Sama seperti eks Pelabuhan Ampenan, Taman Selagalas
dan Udayana juga tidak masuk kas daerah. Padahal potensinya luar biasa,’’
terang khalid. Karenanya di sisa tahun 2014 ini, khalid mengajak tim
pengendalian dan pengawasan perpakiran untuk bergerak agar target parkir bisa
tercapai. Pasalnya, tahun 2015 mendatang target parkir tepi jalan umum diyakini
akan meningkat dari target tahun ini. (fit)
Komentar