Mataram
(Suara NTB) –
Upaya
Dinas Pertamanan Kota Mataram memperindah tampilan Taman Udayana dengan membuat
kolam tak jauh dari pos polisi yang ada di sana, mendapat sorotan dari anggota
Komisi III DPRD Kota Mataram, Zaitun, SH. Pembangunan kolam ditempat itu
dianggap tidak jelas konsepnya.
Justru,
kata politisi Partai Golkar ini, pembangunan kolam di Taman Udayana itu akan
membahayakan anak-anak. ‘’Jadi kolam itu mau diapakan. Apakah mau diisi air
atau dibiarkan kosong seperti itu. Kalau dibilang indah, indahnya darimana,’’
ujar Zaitun.
Dikatakan
Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini, Dinas Pertamanan Kota Mataram sebelum melakukan
pembangunan, mestinya dikaji terlebih dahulu supaya tidak mubazir. Tidak hanya
pembangunan kolam, Zaitun juga menyoroti taman yang penganggarannya setiap
tahun tetapi banyak yang tidak terawat.
‘’Taman
ini tiap tahun dianggarkan tapi tidak dirawat sehingga bunganya banyak yang
mati. Tahun depan dianggarkan lagi,’’ ujarnya. Salah satu penyebab matinya
tanaman di sejumlah tman di Kota Mataram, katanya, akibat kurangnya perawatan.
Ia mencontohkan penyiraman tanaman setiap sore menggunakan mobil tangki, tidak
lagi efektif.
Sebab,
bisa jadi dengan luas taman yang ada di Mataram, petugas Dinas Pertamanan hanya
menyiapkan satu tangki untuk menyiram tanaman setiap sore. Menurut dia, akan
lebih baik Dinas Pertamanan membuat sumur bor di beberapa titik dengan
kedalaman standar. Kemudian disambungkan dengan mesin air. ‘’Saya kira itu
lebih efisien ketimbang pengadaan mobil tangki,’’ tandasnya. (fit)
Komentar