PEMBANGUNAN
di Kota Mataram, tidak dipungkiri cukup pesat. Ini menggambarkan visi kota
Mataram yang maju dengan telah terbangunnya infrastruktur jalan. Salah satunya
terusan jalan Bung Hatta, Monjok. ‘’Nah jangan sampai visi religius dan berbudaya
itu, rusak karena perilaku-perilaku yang kurang bertanggung jawab,’’ ujar
anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Lalu Suriadi, SE kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin
(20/10).
Komentar
ini menyusul perilaku muda mudi yang kerap memanfaatkan jalan baru tersebut
untuk berpacaran. Memang kondisi ruas jalan itu masih gelap lantaran belum ada
PJU (Penerangan Jalan Umum). Namun menurut Suriadi, fenomena itu bukan
semata-mata akibat nihilnya PJU. Lebih dari itu, memang dibutuhkan kesadaran
dari muda mudi itu sendiri.
Menyikapi
hal itu, perlu ada koordinasi intensif antar pihak terkait. Aparat lingkungan
juga harus diajak bicara agar mengingatkan para orang tua. ‘’Supaya memberi
batasan waktu kepada putra putrinya,’’ cetus Suriadi. Katanya, pihak-pihak
terkait harus segera bertindak sebelum masyarakat mengecap tempat tersebut
sebagai lokalisasi.
Kondisi
jalan yang cukup ramai namun gelap dimanfaatkan muda mudi untuk berdua-duaan.
Kondisi ini cukup memprihatinkan dan membutuhkan pencerahan. Ia mendukung
dilakukannya patroli intensif di sepanjang ruang jalan yang mulai digunakan
warga beberapa bulan lalu ini. Karena kalau ada simbol, tentu secara
psikologis, para muda mudi akan segan untuk berbuat yang bukan-bukan. (fit)
Komentar