Jangan Semua Jadi PNS



MASIH tingginya angka pengangguran di Kota Mataram, diklaim sejumlah pihak, tidak seluruhnya berasal dari Kota Mataram. Seperti diungkapkan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, I Nyoman Yogantara. Berbicara kepada Suara NTB kemarin, Yogantara menyampaikan bahwa pengangguran yang ada di Mataram bukan mutlak warga Kota Mataram.

Banyak juga yang berasal dari luar Kota Mataram. Ia mencontohkan pengangguran yang tercipta pascawisuda. Karena seperti diketahui, mahasiswa yang menimba ilmu di Mataram, banyak yang berasal dari Kabupaten Sumbawa, Bima, Dompu dan lain sebagainya. ''Mereka dari Bima, Sumbawa, Dompu tapi memang mereka tercatat di Mataram,'' terangnya.

Mengingat Mataram menjadi salah satu pusat pendidikan, masalah pengangguran sulit diatasi sampai habis. Misalnya, kata Yogantara tahun ini angka pengangguran yang ada sudah bisa diatasi, tahun depan akan muncul pengangguran baru akibat mahasiswa yang sudah diwisuda. ''Tapi kan yang tamat ini tidak langsung dapat kerja,'' ucapnya. Politisi PDIP tidak menampik kalau produksi pengangguran di Mataram tidak sebanding dengan tenaga kerja yang terserap.

Hal ini, lanjutnya, tidak terlepas dari mainset masyarakat. Pasalnya sampai saat ini masyarakat yang hendak mencari pekerjaan, masih saja berorientasi dengan profesi sebagai PNS. Ini terbukti dari tingginya animo masyarakat yang mendaftar sebagai CPNS. Meskipun formasi CPNS yang dibuka hanya 59, namun jumlah pelamarnya mencapai ribuan orang. Menurut Yogantara, mainset masyarakat cenderung ingin menjadi PNS. Sebab, kata yoga, lapangan pekerjaan sebetulnya tidak hanya di sektor formal saja.

Justru, lapangan pekerjaan di sektor formal sangat terbatas. Lebih jauh dikatakannya, sarjana seharusnya mampu membuka peluang kerja sendiri. ''Kalau itu bisa dilaksanakan, jumlah pengangguran tidak akan seperti itu,'' pungkasnya. Mengubah mainset masyarakat, demikian Yogantara, adalah tugas bersama. Jangan semua ingin jadi pns,’’ imbaunya. Padahal Pemkot Mataram juga sedang mengembangkan pendidikan kewirausahaan. Namun agar masyarakat lebih tertarik menggelugi dunia kewirausahaan, harus ada kemudahan-kemudahan yang diberikan kepada masyarakat. Salah satunya kemudahan dalam hal meminjam modal ke pihak bank. (fit)

Komentar