Dikes Cabut Izin Beberapa Apotek
dan Klinik
Kecantikan
Mataram (Suara NTB) –
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Usman Hadi
mengatakan,
terpaksa menutup beberapa apotek
dan klinik kecantikan
di Mataram karena menyalahi aturan. Penutupan tersebut menyusul
terbitnya rekomendasi dari BBPO Mataram. Selama ini, pengawasan terhadap apotek maupun klinik yang ada di Mataram,
dilakukan secara bersama-sama dengan BBPOM Mataram.
Jika ada apotek maupun klinik yang melanggar aturan, BBPOM
akan memberikan surat teguran. ''Kalau tiga kali surat teguran tidak
diindahkan, maka BBPOM akan merekomendasikan kepada Dikes Kota Mataram untuk
menutup apotek maupun klinik bersangkutan. Karena memang izin apotek maupun
klinik dikeluarkan oleh Dikes Kota Mataram,’’ terangnya saat rapat kerja bersama Komisi IV DPRD
Kota Mataram, Sabtu (11/10).
Ditutupnya beberapa apotek dan klinik karena melanggar
ketentuan. ‘’Ada beberapa obat yang tidak boleh dijual tanpa resep dokter tapi
dijual,’’ terangnya. Demikian pula dengan klinik yang telah pula ditutup. ‘’Ada
beberapa klinik yang menggunakan obat yang tidak sesuai dengan aturan,’’
imbuhnya. Penggunaan obat sudah ada ketentuannya dari BPOM. Karena teguran
tidak digubris maka pihaknya mengambil tindakan tegas.
Terhadap maraknya Klinik Kesehatan dan Kecantikan Dikes,
katanya, tetap melakukan pembinaan. Pembinaan dilakukan bersama BBPOM. Usman Hadi menyebutkan jumlah apotek dan klinik yang
telah ditutup hanya beberapa.
Sebelumnya, anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram I
Gusti Bagus Hari Sudana Putra mengatakan, maraknya klinik kesehatan yang
bermunculan sebagai konsekuensi Mataram sebagai kota dinamis yang bahkan
nantinya berkembang menjadi kota metropolitan. Tidak hanya Klinik Kesehatan tapi
juga Klinik Kecantikan. ‘’Itu juga harus dikontrol oleh Dinas Kesehatan,’’
pintanya.
Tidak Ada Dokter Spesialis
Pada bagian lain Gus Hari juga mempertanyakan
bagaimana sebaran dokter spesialis di puskesmas-puskesmas yang ada di Mataram.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dikes Kota Mataram, dr. Usman Hadi membenarkan
memang tidak ada dokter spesialis di puskesmas-puskesmas. Namun demikian, dalam
upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta penanganan gizi buruk, Dikes
Kota Mataram sudah menjalin kerjasama dengan RSUD Kota Mataram maupun RSUP NTB untuk
mendatangkan dokter anak dan dokter kandungan. ‘’Konsultasilah, ada kasus ini,
apa kira-kira solusinya, itu kita sertakan di puskesmas,’’ imbuhnya. Sejauh ini
ada empat puskesmas di Mataram yang sudah bisa melakukan perawatan kepada
pasien gizi buruk maupun gizi kurang. (fit)
Komentar