MARAKNYA pembangunan hotel dan menjamurnya usaha laundry menjadi perhatian khusus anggota
Komisi III DPRD Kota Mataram, Drs. Ketut Sugiarta. Pasalnya, jika tidak
dikelola dengan cara yang benar, limbah hotel dan limbah dari usaha laundry ke depan bisa menjadi ancaman
yang serius bagi kesehatan masyarakat.
Bahkan, politisi Partai Gerindra ini Selasa (28/10) besok akan terbang ke Denpasar, Bali. Kunjungannya ke BLH (Badan Lingkungan Hidup) Denpasar, katanya, khusus untuk mempelajari bagaimana
pola pengelolaan limbah hotel maupun limbah laundry
yang ramah lingkungan.
Berbicara kepada Suara
NTB di DPRD Kota Mataram, Jumat (24/10) Ketut Sugiarta menyampaikan, di Mataram
ia melihat belum ada pola pengelolaan limbah hotel maupun limbah laundry yang terbilang aman. Sebab,
usaha laundry misalnya, terkesan
membuang limbahnya begitu saja.
Padahal, lanjut Ketut Sugiarta, semestinya ada
pembinaan kepada para pelaku usaha hotel maupun laundry. ‘’Seperti apa
sebenarnya yang ramah lingkungan itu. Ini yang harus dibina,’’ cetusnya. Pembinaan
ini, tentu saja bukan untuk memutus mata pencaharian warga, tetapi lebih kepada
pengaturan. Untuk itu, BLH Kota Mataram mestinya sudah mulai melakukan
pendataan hotel maupun usaha laundry.
Apalagi laundry
di Mataram bisa dikatakan sudah menjadi usaha rumahan. Belum lagi jumlahnya
berkembang pesat. ‘’Makanya mereka perlu terus dibina. Karena chemical (bahan
kimia, red) kalau tidak diarahkan menggunakan bahan kimia
yang ramah lingkungan, akan mengefek ke kesehatan masyarakat. Khususnya
masyarakat yang masih menggunakan sumur,’’ terang ketut Sugiarta.
Melihat jumlah usaha laundry yang semakin menjamur, menurut Ketut Sugiarta, memang sudah
waktunya dipikirkan pola pembinaan bahkan regulasi oleh blh kota mataram. Dalam
hal ini masyarakat yang menggeluti usaha tersebut perlu diberikan pemahaman
mengenai bahaya limbah.
Ketut Sugiarta mengaku tertarik mempelajari masalah
pengelolaan limbah karena mengingat Mataram akan menjadi kota besar. ‘’Kalau tidak
dari sekarang diantisipasi dan direncanakan dengan matang, kota ini akan tidak
ramah lingkungan,’’ ucapnya. Reguasi terkait pengelolaan limbang terbilang urgent di tengah kondisi polusi secara
global, sehingga hal kecil seperti pengelolaan limbah harus diperhatikan. (fit)
Komentar