Pemkot Dituding Cari Alasan
Mataram
(Suara NTB) –
Mangkraknya
PIH (Pasar Ikan Higienis) menuai reaksi keras dari para politisi Lingkar
Selatan. Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, HM. Faesal menuding Pemkot
Mataram hanya mencari-cari alasan atas mangkraknya PIH yang berlokasi di Kebon
Roek itu.
Kepada
Suara NTB, anggota Dewan dapil
Ampenan ini menilai, ada metode yang keliru dalam pengelolaan PIH. Ia mengaku
prihatin melihat mangkraknya PIH. Pasalnya, pembangunan PIH telah menyedot uang
negara yang tidak sedikit. Setelah jadi dan dipercayakan mengelola PIH,
bangunan yang diharapkan menjadi pusat penjualan ikan di Kota Mataram, ini
justru tidak mampu dikelola oleh Pemkot Mataram.
Menurut
dia, belum diserahkannya bangunan PIH oleh Pemprov NTB kepada Pemkot Mataram
yang diklaim Pemkot Mataram sebagai kendala pengelolaan PIH, merupakan alasan
yang tidak benar. ‘’Antara pemerintah dengan pemerintah itu gampang. Jangan itu
dijadikan alasan,’’ cetusnya.
Atas
mangkraknya PIH saat ini, Faesal mengibaratkan posisi Pemkot Mataram seperti
pepatah lempar batu sembunyi tangan. Pemkot menyebut belum diserahkannya PIH
kepada pihaknya menjadi faktor penghambat. Padahal, demikian Faesal, kondisi
itu terjadi karena memang Pemkot Mataram tidak mampu mengelolanya.
Kalau
memang Pemkot Mataram serius mengelolanya, ia yakin Pemprov pasti akan
memberikan. ‘’Sudah dibangunkan mahal-mahal, kok bingung mau pakai,’’ ujarnya. Ia menyarankan harus ada MoU
antara Pemkot Mataram dengan Pemprov NTB terkait pengelolaan PIH. Sebelumnya,
Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengatakan, pemanfaatan PIH di Kebon
Roek tersebut harus dikoordinasikan dengan Pemprov selaku pemilik aset. Pemkot
Mataram sudah melayangkan surat kepada Pemprov agar kedua aset tersebut
dioptimalkan kembali. Sebaiknya kata Mohan, aset tersebut diserahkan dulu ke
Pemkot Mataram, sehingga pengelolaan atau pemanfaatannya bisa jelas dan
maksimal mengingat populasi atau jumlah pedagang sangat banyak. (fit)
Komentar